Buletin Informasi Prakiraan Iklim untuk Perkebunan Sawit edisi Mei 2026 memuat analisis curah hujan April 2026 dan prediksi hujan untuk periode bulan Juni hingga Agustus 2026. Buletin ini juga mencakup analisis dinamika atmosfer dan laut, prediksi ENSO, IOD, monsun, suhu muka laut (SST), ketersediaan air untuk tanaman, serta indeks kesesuaian iklim untuk titik panas kebakaran hutan dan lahan.
Pada bulan April 2026, indeks ENSO adalah sebesar +0,52 yang menunjukkan prasyarat El Nino Condition . Sementara itu, Indeks Dipole Mode yang menunjukkan kondisi bernilai + 0,05 , IOD Netral. Kondisi suhu muka laut di perairan Indonesia cenderung sama dengan normalnya, dengan anomali hangat di perairan tenggara Jawa, perairan Selat Karimata, perairan utara Jawa Timur
hingga Selat Makassar, perairan utara Nusa Tenggara Barat, perairan utara Sulawesi dan perairan Laut Arafura.
Curah hujan ekstrem harian tertinggi, sebesar 272 mm/hari tercatat di Muara Badak, Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur pada 28 April 2026. Kelembapan udara terendah sebesar 59% tercatat di Stasiun Meteorologi Gewayantana, Kab. Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada 17 April 2026. Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) bulan April 2026, menunjukkan HTH
terpanjang terjadi selama 30 hari di Pos Hujan Kemiri dan Mlilir/Saban, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya pada bagian akhir, buletin ini menampilkan rekomendasi prediksi curah hujan dan sifat hujan untuk wilayah Perkebunan Sawit, serta analisis dan prediksi tingkat ketersediaan air bagi tanaman dan indeks kesesuaian iklim untuk kejadian titik panas kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan pengguna dapat merujuk pada informasi terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG setiap bulan sebagai pembaruan dari prediksi sebelumnya.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.