
Kembali ke Klimatologi
Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Januari 2026
23 January 2026
Kukuh Prasetyaningtyas
Klimatologi

Analisis dan Prediksi IOD dan ENSO: Hasil monitoring pada Dasarian II Januari 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar –0.14 (-0.38), mengindikasikan fenomena IOD sudah berada pada fase Netral, kondisi IOD Netral diprediksi akan berlanjut hingga pertengahan tahun 2026. Sedangkan indeks ENSO Dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar -0.64 (-0.6) menunjukkan masih aktifnya fenomena La Nina lemah. Kondisi La Nina lemah diprediksi akan bertahan di awal tahun 2026.
Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi berlaku untuk “Dasarian III Januari 2026” pada klasifikasi:
Waspada: beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah;
Siaga: beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah;
Awas: beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis yang berlaku untuk Dasarian III Januari 2026 : Tidak Ada
Analisis Curah Hujan Dasarian II Januari 2026: Curah hujan pada Dasarian II Januari 2026 bervariasi dari kriteria Sangat Tinggi 1.19%, Tinggi 4.99%, Menengah 31.63%, dan Rendah 62.20%. Sifat hujan pada Dasarian II Januari 2026 bervariasi dari kriteria Atas Normal 12.73%, Normal 9.60%, dan Bawah Normal 77.67%.
Analisis Perkembangan Musim Hujan Dasarian II Januari 2026: Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 80.7% wilayah Indonesia (564 ZOM) masih mengalami Musim Hujan. Wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, DKJ, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, Gorontalo, sebagian Sulawesi Utara, sebagian Maluku, Maluku Utara dan Pulau Papua.
Prediksi Curah Hujan Dasarian Januari III – Februari II 2026: Pada umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah – menengah (20-150 mm/dasarian). Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi – sangat tinggi (>150 mm/dasarian).
➢ Pada Januari III 2026 meliputi meliputi sebagian Banten bagian selatan, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan tengah, Pesisir Utara Jawa Timur bagian timur, sekitar Bima dan Dompu, sekitar Sumba Barat, sekitar Kupang dan Timor Tengah Utara, sekitar Manggarai, sebagian Sulawesi Selatan bagian selatan dan sekitar Konawe Utara.
➢ Pada Februari I 2026 meliputi sebagian kecil Banten, sebagian kecil Jakarta, sebagian Jawa Barat bagian timur, Pesisir Utara Jawa Tengah bagian barat, Pesisir Utara Jawa Timur bagian tengah, sekitar Flores Timur, sekitar Kupang dan Timor Tengah Utara, sekitar Kaimana, sebagian Papua Tengah dan sebagian Papua Pegunungan.
➢ Pada Februari II 2026 meliputi sebagian Banten bagian selatan, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sekitar Kupang dan Timor Tengah Utara, dan sebagian Sulawesi Selatan bagian selatan.
Prediksi Curah Hujan >300mm/bulan untuk Bulan Februari – Juli 2026:
➢ Februari – Maret 2026 berpeluang tinggi terjadi di Pesisir Aceh bagian barat, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Lampung bagian tengah, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan bagian utara dan selatan, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Pegunungan, sebagian Papua Tengah dan sebagian Papua Selatan.
➢ April 2026 berpeluang tinggi terjadi di Pesisir Aceh bagian barat, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian kecil Sumatra Barat, sebagian Sumatra Selatan, sebagian Bangka Belitung, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan bagian utara dan selatan, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Pegunungan, sebagian Papua Tengah,dan sebagian Papua Selatan.
➢ Mei 2026 berpeluang tinggi terjadi di sebagian Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Maluku, Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Tengah, dan sebagian Papua Selatan.
➢ Juni – Juli 2026 berpeluang tinggi terjadi di sebagian Kalimantan Timur bagian barat, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Pegunungan, sebagian Papua Tengah, dan sebagian Papua Selatan.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.