
Kembali ke Prospek Cuaca Mingguan
Prospek Cuaca Mingguan Periode 10 Februari – 16 Februari 2026: Monsun Asia Masih Mendominasi, Potensi Hujan di Wilayah Indonesia Meluas
09 February 2026
Rira Angela Damanik
Prospek Cuaca Mingguan

Monsun Asia Masih Mendominasi, Potensi Hujan di Wilayah Indonesia Meluas
Selama periode 06 – 08 Februari 2026, BMKG mengamati kejadian hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia. Curah hujan harian tertinggi tercatat di wilayah Lampung (107.0 mm/hari), DK Jakarta (94.9 mm/hari), Jawa Barat (86.8 mm/hari), Maluku (85.6 mm/hari), Kalimantan Timur (74.7 mm/hari), Jambi (65.9 mm/hari), Kep. Bangka Belitung (59.7 mm/hari), Jawa Timur (58.0 mm/hari), NTT (57.7 mm/hari).
Peningkatan curah hujan tersebut berkaitan dengan menguatnya Monsun Asia, yang ditandai oleh dominasi aliran angin timur laut dari daratan Asia menuju kawasan maritim tropis Indonesia. Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang terpantau bernilai negatif di sebagian wilayah Indonesia mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal dan meningkatnya aktivitas konveksi. Kondisi ini turut mendukung terbentuknya awan hujan secara lebih intensif dan persisten di sejumlah wilayah Indonesia. Di sisi lain, kombinasi fenomena Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua yang berkontribusi terhadap penguatan proses konvektif di kawasan tersebut.
Selain faktor-faktor tersebut, dinamika atmosfer turut dipengaruhi oleh keberadaan Ex-Siklon Tropis PENHA yang terpantau di Laut Filipina utara Sulawesi, serta Siklon Tropis MITCHELL yang terpantau di Daratan Australia bagian Utara. Keberadaan ex-siklon tropis dan siklon tropis tersebut menyebabkan terjadinya belokan dan perlambatan angin (konvergensi) di beberapa wilayah Indonesia, sehingga menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Ex-Siklon Tropis PENHA memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Sementara itu, Siklon Tropis MITCHELL turut memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.
DINAMIKA ATMOSFER SEPEKAN KE DEPAN
BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan, pengaruh dinamika atmosfer dari skala global hingga skala lokal masih dominan terhadap cuaca di Indonesia. Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan fase La Niña lemah, dengan SOI tercatat +11.6 dan indeks Niño 3.4 sebesar −0.75. Indikator tersebut mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.
Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Lampung, dan Laut Coral. Sistem ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Sumatra Utara, dan Samudra Hindia barat Lampung. Daerah konvergensi lain juga diperkirakan terbentuk di Pesisir selatan Jawa Barat hingga Pesisir selatan Jawa Timur, Pesisir selatan Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan hingga Papua Nugini. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Siklon Tropis/sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat terhadap kondisi cuaca di Indonesia, paling tidak hingga dasarian kedua Februari. Dalam beberapa hari ke depan, terpantau adanya pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia. Kondisi tersebut terlihat dari nilai Indeks Surge yang diprakirakan signifikan, disertai peningkatan angin utara serta indeks CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu, potensi cuaca di wilayah Indonesia bagian selatan diprakirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan untuk terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Gelombang atmosfer diprediksi aktif di sebagian wilayah Indonesi, yaitu Gelombang Kelvin yang terdeteksi aktif di sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan dan utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan. selain itu Gelombang Rossby Ekuator dalam sepekan kedepan juga terpantau aktif di wilayah sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, sebagian besar Papua.
PROSPEK CUACA SEPEKAN KE DEPAN
Periode 10 – 12 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Angin Kencang: Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.
Periode 13 – 16 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Angin Kencang: Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.
Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.
IMBAUAN
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Sebagai dukungan bagi keselamatan perjalanan, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan pengguna, dan dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.
Informasi akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.
Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 09 Februari 2026, 16.30 WIB.
Jakarta, 09 Februari 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Prospek Cuaca Mingguan Lainnya
Lihat Semuanya

Prospek Cuaca Mingguan Periode 30 Januari–5 Februari 2026: Monsun Asia dan Angin Baratan Mendominasi, Cuaca Signifikan Masih Berpotensi Terjadi di Wilayah Selatan Indonesia
