Kembali ke Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 12 – 18 Mei 2026 : Hujan Signifikan Masih Berpotensi Terjadi di Pertengahan Mei 2026

Azwar Makarim Aldimasqie
Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 12 – 18 Mei 2026 : Hujan Signifikan Masih Berpotensi Terjadi di Pertengahan Mei 2026

Hujan Signifikan Masih Berpotensi Terjadi di Pertengahan Mei 2026

Memasuki masa peralihan, radiasi Matahari mencapai permukaan Bumi secara maksimal akibat berkurangnya tutupan awan di beberapa wilayah. Pada periode 7 – 10 Mei 2026, suhu maksimum lebih dari 35,0°C – 36,5°C masih tercatat di sebagian wilayah Indonesia, yaitu di Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah. Meskipun terasa terik, kondisi tersebut juga dapat memicu pola konvektif udara menjadi cukup signifikan dan menyebabkan pertumbuhan awan hujan pada sore hingga malam hari, khususnya di daerah-daerah dengan kandungan uap air yang tinggi.

Pada periode 7 – 10 Mei 2026 BMKG juga mencatat terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yaitu di Sulawesi Tenggara (146.0 mm/hari), Papua Tengah (143.2 mm/hari), Riau (86.3 mm/hari), Kalimantan Barat (71.4 mm/hari), Maluku (72.6 mm/hari), Maluku Utara (67.3 mm/hari), Sumatera Utara (66.0 mm/hari), dan Aceh (63.8 mm/hari). Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif bersamaan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit di utara Papua juga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Monsun Australia diprakirakan menguat dalam beberapa hari ke depan, diikuti dengan pelemahan yang cukup tajam. Saat berada dalam kondisi menguat, angin tersebut berperan membawa massa udara dari Australia yang cenderung lebih kering. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal bahwa sejumlah wilayah Indonesia mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau, sehingga menurunkan potensi pembentukan awan hujan dan kejadian hujan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, potensi penguatan ini diikuti dengan pelemahan, sehingga angin timuran akan melemah dan memungkinkan uap air di wilayah Indonesia bagian selatan meningkat kembali.

Sejumlah fenomena atmosfer juga diprediksi masih aktif di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. MJO diprediksi masih berada pada fase 3 (Indian Ocean). Aktivitas MJO secara spasial diprakirakan melintasi sebagian besar wilayah Indonesia kecuali Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Selain itu, Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Begitu pula dengan Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat. Gelombang ini diprediksi aktif di wilayah Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Laut Flores, dan NTT. Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah terkait.

Selain itu, intensitas Ex-Siklon Tropis Hagupit diprakirakan menurun dan bergerak ke arah barat – barat laut menjauhi wilayah Indonesia. Dalam 24 jam posisi berada di barat Filipina dengan tekanan udara 1006 hPa dan kecepatan angin maksimum 20 knots. Sistem tersebut menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Utara Maluku Utara hingga utara Papua yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 12 – 14 Mei 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo,  Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
  • Angin Kencang: Nihil.

Periode 15 – 18 Mei 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang , dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
  • Angin Kencang: Nihil.

Imbauan

Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.

Selain itu, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.

Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.

Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 11 Mei 2026, 15.30 WIB.

Jakarta, 11 Mei 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

 

Hubungi via WhatsApp