Kembali ke Berita

Waspada Kemarau Ekstrem, BMKG dan DKPP Lamongan Bekali Petani Strategi Adaptasi Iklim

Dian Endah

Berita

Waspada Kemarau Ekstrem, BMKG dan DKPP Lamongan Bekali Petani Strategi Adaptasi Iklim

Paciran, 2 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat langkah mitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor perkebunan strategis. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan “Pembinaan Teknis dan Pelatihan Grading Tembakau” yang berlangsung pada 1–2 April 2026 di Tanjung Kodok Beach Resort, Paciran. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini menghadapi fenomena anomali iklim El Nino yang diprediksi akan berdampak pada berbagai komoditas strategis, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga tembakau khususnya untuk lahan di kawasan selatan aliran sungai bengawan solo dengan keterbatasan irigasi teknis.

Acara dibuka secara resmi oleh Mugito selaku Kepala Dinas KPP Kabupaten Lamongan, didampingi Nazilatul Fikriyati selaku Kepala Bidang Perkebunan. Dalam arahannya, Mugito menekankan bahwa kolaborasi dengan BMKG adalah langkah vital agar petani memiliki kemandirian dalam membaca situasi iklim, mengingat komoditas tembakau sangat bergantung pada ketepatan waktu tanam dan kondisi curah hujan.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur merilis prediksi musim kemarau 2026 untuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Kondisi iklim global diprediksi akan berada pada fase ENSO Netral hingga pertengahan tahun 2026, namun berpotensi beralih menjadi El Nino Lemah di bulan-bulan berikutnya. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan akan tetap dalam kondisi Netral hingga pertengahan tahun tersebut.

Awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Lamongan umumnya diprediksi akan mengalami kemunduran atau lebih lambat 1 dasarian dibandingkan dengan kondisi normalnya dikarenakan sebagai dampak dari El Nino yang diprediksi baru akan aktif di pertengahan tahun. Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menyampaikan bahwa awal musim kemarau diprediksi terjadi di Dasarian II April hingga Dasarian I Mei 2026. Sifat hujan selama musim kemarau di sebagian besar wilayah Lamongan diprediksi masuk dalam kategori Bawah Normal.

Puncak musim kemarau di Kabupaten Lamongan diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026. Berdasarkan distribusi curah hujan, wilayah ini akan mengalami curah hujan kategori Menengah pada bulan April, yang kemudian terus menurun ke kategori Rendah (0-100 mm per bulan) pada periode Mei hingga September 2026. Meskipun memasuki musim kemarau, masyarakat tetap dihimbau untuk waspada terhadap potensi hujan yang masih mungkin terjadi, terutama dampaknya terhadap komoditas pertanian tertentu seperti tembakau. BMKG juga menyarankan petani untuk menyesuaikan pengelolaan sistem irigasi berdasarkan informasi cuaca dan iklim terbaru.

Pemanfaatan informasi dari BMKG seharusnya dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan hingga pasca panen. Informasi prediksi musim yang selalu diperbarui menjadi dasar penting dalam menentukan pola tanam, pemilihan varietas, serta waktu tanam yang tepat. Petani dan pelaku sektor pertanian perlu memanfaatkan prakiraan bulanan untuk melihat kecenderungan umum iklim, prakiraan dasarian untuk memahami dinamika yang lebih rinci, hingga prakiraan harian guna mendukung pengambilan keputusan operasional di lapangan. Selain itu, peringatan dini cuaca ekstrem harus menjadi perhatian utama agar risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, atau angin kencang dapat diminimalkan. Dengan memanfaatkan seluruh spektrum informasi tersebut secara konsisten, proses produksi pertanian dapat menjadi lebih adaptif, efisien, dan tangguh terhadap variabilitas iklim.

Penulis: Tim Publikasi Stasiun Klimatologi Jawa Timur

Berita Lainnya

Hadapi Risiko Karhutla, BMKG Tekankan Kesiapsiagaan dalam Rakornas Karhutla 2026

Hadapi Risiko Karhutla, BMKG Tekankan Kesiapsiagaan dalam Rakornas Karhutla 2026

Baca selengkapnya
BMKG dan Pemkab Bolaang Mongondow Teken Perjanjian Pinjam Pakai untuk Penguatan Layanan Informasi Cuaca Maritim

BMKG dan Pemkab Bolaang Mongondow Teken Perjanjian Pinjam Pakai untuk Penguatan Layanan Informasi Cuaca Maritim

Baca selengkapnya
BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

Baca selengkapnya