Kembali ke Berita Utama

Tinjau Operasional di Nganjuk dan Dhoho, BMKG Perkuat Layanan MKG serta Kolaborasi Daerah

Hamada Radifa Ananta
Tinjau Operasional di Nganjuk dan Dhoho, BMKG Perkuat Layanan MKG serta Kolaborasi Daerah

Kediri, 16 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kualitas layanan MKG di daerah melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta pengembangan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai garda terdepan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Geofisika Nganjuk dan Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan diawali di Stasiun Geofisika Nganjuk. Dalam kesempatan tersebut, Faisal yang didampingi Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama meninjau fasilitas operasional pemantauan gempabumi dan tsunami serta berdiskusi dengan jajaran stasiun mengenai penguatan layanan informasi gempabumi dan tsunami, edukasi kebencanaan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar MKG Wilayah III, Koordinator Stasiun Meteorologi Juanda, serta para Kepala UPT BMKG di Jawa Timur.

Faisal mengapresiasi peran aktif Stasiun Geofisika Nganjuk yang tidak hanya menjalankan tugas pemantauan gempabumi dan tsunami selama 24 jam, tetapi juga konsisten membangun sinergi dengan BPBD, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan melalui program edukasi kebencanaan.

Salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) yang secara rutin dilaksanakan di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Pacitan yang diselenggarakan pada Jumat (17/07/2026).

Menurut Faisal, edukasi kebencanaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi ancaman gempabumi dan tsunami.

“Tujuan utama kegiatan edukasi kebencanaan bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mampu merespons peringatan dini secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Usai meninjau operasional di Nganjuk, Kepala BMKG melanjutkan kunjungan kerja ke Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Kediri.  Dalam kesempatan tersebut, Faisal meninjau fasilitas operasional serta berdialog dengan seluruh pegawai mengenai tantangan dan peluang pengembangan layanan meteorologi di wilayah Kediri Raya.

Dalam arahannya, Faisal menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh pegawai Stasiun Meteorologi Dhoho dalam menjalankan tugas pelayanan meteorologi, meskipun menghadapi berbagai tantangan operasional.

“Saya mengapresiasi kerja keras teman-teman di Dhoho ini dengan segala kondisinya. Di sini mungkin cuacanya lebih dingin dari tempat lain, fasilitasnya bagus dan luar biasa. Namun secara lokasi operasional, mungkin masih memiliki tantangan karena tidak selalu mudah dijangkau oleh para mitra,” ujar Faisal.

Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat jajaran Stasiun Meteorologi Dhoho untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung operasional penerbangan di Bandara Internasional Kediri.

“Meskipun begitu, kita tetap berusaha dengan seluruh modalitas yang dimiliki untuk mendukung tugas pengamatan, pelayanan meteorologi, serta menjalin kolaborasi dengan seluruh mitra di wilayah ini. Saya mengapresiasi kerja keras teman-teman semua,” lanjutnya.

Faisal juga menekankan pentingnya meningkatkan keaktifan dan peran BMKG di daerah agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

“Semua Kepala UPT di seluruh Indonesia memiliki perjuangan yang sama untuk membuat BMKG semakin dikenal. Kita ingin kehadiran BMKG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho, Lukman Soleh, menjelaskan bahwa Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho mulai beroperasi pada November 2023 sebagai unit kerja BMKG yang mendukung operasional Bandara Internasional Kediri. Selain menyediakan layanan meteorologi penerbangan, stasiun ini juga memberikan informasi cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem, serta layanan klimatologi bagi masyarakat di wilayah Kediri Raya.

Menurut Lukman, pihaknya terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah guna meningkatkan pemanfaatan layanan BMKG.

“Kami terus memperkenalkan peran BMKG kepada masyarakat dan stakeholder. Banyak undangan yang masuk kepada kami, baik sebagai narasumber maupun dalam berbagai forum koordinasi daerah. Ke depan kami juga akan semakin aktif mendukung kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” ujarnya.

Selain mengelola berbagai peralatan pengamatan meteorologi seperti taman alat, AWOS Category III, display meteorologi, dan sistem deteksi petir, Stasiun Meteorologi Dhoho juga secara rutin menerbitkan Buletin Cuaca dan Iklim Kediri Raya sebagai salah satu produk layanan informasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Melalui kunjungan kerja ke Stasiun Geofisika Nganjuk dan Stasiun Meteorologi Dhoho, BMKG berharap penguatan kapasitas layanan, inovasi, dan kolaborasi di tingkat daerah dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang diberikan kepada masyarakat semakin andal, cepat, dan tepat guna dalam mendukung keselamatan masyarakat serta pembangunan nasional.

Hubungi via WhatsApp