BMKG Kembangkan Sistem Monitoring Peringatan Dini Banjir Pesisir
08 April 2019
Rozar Putratama
Berita Utama
Jakarta, Senin (8/4). Benua Maritim Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas lautan 2/3 dari luas wilayahnya dan memiliki 17.000 pulau dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 9.000km.
Dengan luasnya wilayah Indonesia, Pemerintah terus berupaya menyediakan informasi dan peringatan dini yang akurat untuk masyarakat. Melalui BMKG yang turut berpartisipasi dalam upaya mendorong peningkatan, pengamatan dan kualitas data meteoorologi maritim dan oseanografi, BMKG akan selalu menyajikan informasi yang akurat tepat sasaran, tepat guna dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada hari ini, Senin 8 April 2019 BMKG menjadi tuan rumah pada kegiatan pertemuan 10th Session of JCOMM Observation Coordination Group (OCG-10) yang diselenggarakan di Gedung serbaguna. Kolaborasi antara BMKG – IOC-WMO JCOMM ini bertujuan untuk mempertemukan para ahli/peneliti, pengamat oseanografi dan komunitas penyedia layanan dari berbagai negara untuk membahas observasi meteorologi maritim di wilayah masing – masing.
Kegiatan internasional yang dihadiri para pengamat oseanografi regional berinisiatif untk menyampaikan laporan observasi kelautan di wilayahnya, serta perspektif dalam pengembangan sistem monitoring, INDOOS, WETPAC,TPOS 2020 dan strategi GOOS 2030
Kepala BMKG Prof.Ir.Dwikorita Karnawati, M.Sc.P.hD menyampaikan “sebagai salah satu peningkatan pelayanan informasi , BMKG bekerjasama dengan Kementerian PUPR, KKP,BIG, BNPB dan BPBD, telah berhasil membangun dan mengembangkan Coastal Inundation Forecasting System (Ina-CIFS) yang merupakan sistem monitoring dini banjir pesisir dengan asistensi dari WMO, Ina-CIFS ini dilaunching hari ini oleh Dwikorita di Kantor BMKG jakarta
Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan “bahwa produk ini diimplementasikan di wilayah Jakarta Dan Semarang dengan pertimbangan kedua area tersebut memiliki dampak besar akibat adanya banjir pesisir/rob.Kedepannya,tambah Dwikorita, BMKG akan memperluas cakupan di seluruh wilayah pesisir Indonesia yang berpotensi terdampak.
INA-CIFS merupakan produk nyata dalam menyatukan para pemangku kepentingan di berbagai lembaga Pemerintah dan organisasi non – Pemerintah di Indonesia yang menunjukkan bagaimana sistem prakiraan dan peringatan dini banjir pesisir ini akan memberikan manfaat yang signifikan masyarakat di daerah pesisir guna mendukung Sendai Framework tentang pengurangan resiko bencana”. Kegiatan turut dihadiri Pejabat eselon I-IV di lingkungan BMKG pusat.
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.