Kembali ke Berita Utama

Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim

16 March 2026

Kholis Nur Cahyo

Berita Utama

Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim

Yogyakarta, 15 Maret 2026 – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.

Dalam kajian yang dihadiri mahasiswa dan masyarakat umum tersebut, Kepala BMKG menjelaskan bahwa hubungan antara manusia, iklim, dan perkembangan peradaban telah berlangsung erat sejak lama. Menurutnya, peradaban manusia tumbuh di wilayah dengan kondisi iklim yang mendukung aktivitas produktif, terutama daerah bersuhu moderat dan memiliki ketersediaan sumber air yang memadai.

Namun, ketika keseimbangan itu terganggu akibat perubahan iklim, dampaknya dapat meluas hingga memicu krisis pangan, perpindahan penduduk, bahkan konflik sosial.

“Perubahan iklim bukan sekadar persoalan lingkungan. Ia berkaitan dengan ketahanan pangan, ketersediaan air, energi, hingga stabilitas sosial. Karena itu kita perlu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam agar dampaknya tidak semakin meluas,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa dalam sejarah peradaban manusia, perubahan iklim kerap menjadi salah satu faktor pemicu krisis besar. Kekeringan berkepanjangan, kegagalan panen, hingga konflik sosial pernah terjadi di berbagai wilayah dunia akibat perubahan pola iklim. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa iklim memiliki pengaruh kuat terhadap keberlangsungan peradaban manusia.

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim memerlukan keterlibatan seluruh pihak melalui dua pendekatan utama, yaitu mitigasi dan adaptasi. Mitigasi dilakukan dengan menekan sumber emisi melalui penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sementara itu, adaptasi dilakukan dengan memperkuat ketahanan masyarakat dan sistem pembangunan agar mampu menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Dalam konteks tersebut, BMKG memiliki peran strategis dalam menyediakan data, informasi, dan layanan untuk mendukung pengambilan keputusan di berbagai sektor. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang dihasilkan BMKG dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, energi, transportasi, perikanan, kesehatan, hingga pengelolaan kebencanaan.

“BMKG tidak hanya berkaitan dengan bencana. Data dan analisis yang kami hasilkan juga mendukung banyak sektor pembangunan, mulai dari pertanian, energi terbarukan, transportasi, hingga kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, kesadaran individu yang dimulai dari langkah sederhana seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, serta penggunaan sumber daya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan bumi.

“Kita semua memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam,” pungkasnya.

Berita Utama Lainnya

Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim

Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Kemenhub Resmi Dibuka, BMKG Siapkan Informasi Cuaca untuk Dukung Arus Mudik

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Kemenhub Resmi Dibuka, BMKG Siapkan Informasi Cuaca untuk Dukung Arus Mudik

BMKG Gelar Mudik Bersama 2026, Fasilitasi 161 Pegawai dan Keluarga Pulang Kampung

BMKG Gelar Mudik Bersama 2026, Fasilitasi 161 Pegawai dan Keluarga Pulang Kampung

Survei Pengguna Web/AplikasiLihat