Stasiun Klimatologi Bogor Selenggarakan Sosialisasi Agroklimat di Cirebon
08 February 2019
Taufiq Kurniawan
Berita Utama
Cirebon – Stasiun Klimatologi Bogor kembali menyelenggarakan Sosialisasi Agroklimat kepada para penyuluh pertanian yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebanyak 27 peserta yang merupakan penyuluh pertanian mengikuti sosialisasi tersebut di Tryas Hotel Cirebon, Jawa Barat, selama dua hari Kamis dan Jumat (7-8/2).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cirebon Dr. Ir. Ali Efendi, MM memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi tersebut. Efendi menyampaikan besarnya pengaruh iklim terhadap produktivitas pertanian serta munculnya hama dan penyakit tanaman.
Pemahaman informasi iklim yang baik oleh para petani dapat membantu untuk memilih jenis tanaman, waktu tanam, dan kriteria bibit yang tepat sesuai dengan keadaan iklim pada suatu wilayah. Sehingga pilihan yang tepat tersebut dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan ketahanan pangan nasional.
Sebaliknya, kurangnya pemahaman iklim bagi para petani dapat mengakibatkan kerugian dan berdampak pada krisis pangan. Kesalahan dalam memilih bibit, waktu tanam, dan memilih jenis tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi iklim dapat mengakibatkan gagal panen atau penurunan hasil panen karena tidak tahan air, kekeringan, ataupun terjangkit hama penyakit.
Kepala Balai Besar Wilayah 2 Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Joko Siswanto S.Sos, mengingatkan bahwa kondisi iklim tidak dapat ditentukan oleh manusia. Berbeda dengan pemilihan bibit, waktu tanam, dan memilih jenis tanaman yang dapat ditentukan oleh manusia. Oleh karena itu, kita perlu memahami informasi iklim untuk dapat memilih bibit, waktu tanam, jenis tanaman yang tepat.
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Agroklimat ini dibuat menarik. Simulasi dengan permaianan dan mengenal peralatan iklim membuat para peserta dibuat aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut. Seperti permainan menyusun unsur cuaca dan iklim serta siklus air.
“ Simulasi dapat melatih daya ingat, ketelitian, dan kecepatan para peserta dalam memahami materi yang disampaikan para narasumber,” ujar Sutisna seorang peserta yang terlihat sangat antusias.
“ Saya baru menerima pelatihan mengenai agroklimat ini. Visualisasi sangat membantu saya memahami apa yang disampaikan narasumber. Namun bahasa yang disampaikan masih kurang dimengerti, perlu disesuaikan lagi,” saran Astrid seorang peserta lainnya.
Kegiata Sosialisasi Agrokilimat ini dikenal sebelumnya dengan nama SLI atau Sekolah Lapang Iklim BMKG. Perbedaannya pada Sosialisasi agroklimat ini tidak ada tahapan untuk praktek langsung di lahan pertanian besama dengan petani. Namun inti dari apa yang diberikan tetap sama, yaitu memberikan pemahaman informasi iklim kepada para petani dan penyuluh pertanian. Pada tahun ini, Stasiun Klimatologi Bogor menjadwalkan Sosialisasi Agroklimat di lima lokasi: Cianjur, Cirebon, Tasik, Bekasi, dan Bogor.
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.