
BMKG dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi, Dorong Penguatan SDM dan Kebencanaan
BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Kembali ke Berita Utama

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menggelar Rapat Nasional untuk mengumumkan prakiraan musim kemarau tahun 2024. Acara tersebut secara resmi di buka oleh Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG.
Acara ini dihadiri oleh Deputi Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis BMKG Klimatologi dari seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 08 hingga 10 Februari 2024 di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya Dwikorita menegaskan dampak perubahan iklim yang melanda bumi semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia, namun juga bagi seluruh komunitas internasional.
”Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, akibat dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik industri yang tidak berkelanjutan, telah mendorong perubahan iklim pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Dwikorita dalam Rapat Nasional Prediksi Musim Kemarau 2024, Jum’at (9/2/2024).
“Rekor iklim yang terjadi di tahun 2023 bukanlah kejadian acak atau kebetulan, melainkan tanda-tanda jelas dari pola yang lebih besar dan lebih mengkhawatirkan yaitu perubahan iklim yang semakin nyata,” imbuhnya.
“Maka dari itu, perlu langkah atau gerak bersama seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan lain sebagainya,” tambah Dwikorita.
Rapat Nasional BMKG ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan langkah-langkah persiapan menghadapi musim kemarau yang potensial menjadi lebih ekstrem pada tahun 2024.

BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Flores, 26 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pendampingan teknis pascagempa bumi M7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayah Flores. Penguatan sinergi dan transparansi data dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonstruksi sekaligus mitigasi jangka panjang, mengingat potensi kegempaan di wilayah Flores cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena astronomis Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat mengamati langsung fenomena alam ini karena posisi Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana.