
Kembali ke Berita Utama
Kunjungi Manokwari, Kepala BMKG Tegaskan Peran Strategis Dukung Pembangunan Sektoral di Tanah Papua
24 January 2026
Ibrahim
Berita Utama

Manokwari, 22 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) di Tanah Papua. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat melakukan kunjungan kerja hari kedua di Papua Barat dengan menyambangi Stasiun Meteorologi Kelas III Rendani dan Stasiun Klimatologi Kelas III Papua Barat di Manokwari, Kamis (22/1/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan dinas tiga hari Kepala BMKG di wilayah Papua, yang dimulai dari Sorong, Papua Barat Daya pada Rabu (21/1), dan dijadwalkan berakhir di Jayapura pada Jumat (23/1).
Dalam arahannya kepada jajaran pegawai BMKG di Manokwari, Faisal menekankan bahwa akurasi dan keandalan data merupakan ruh utama dalam setiap layanan yang diberikan BMKG kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Ruh utama dari BMKG itu adalah akurasi data. Dari data yang akurat dan andal itulah kita bisa mulai menganalisis hingga mendiseminasikan informasi kepada seluruh stakeholder terkait,” ujar Faisal.
Ia menjelaskan bahwa seluruh layanan BMKG, baik meteorologi, klimatologi, maupun geofisika, bermula dari kualitas data yang dikumpulkan oleh stasiun-stasiun pengamatan di daerah. Oleh karena itu, peran setiap unit kerja, mulai dari observer hingga teknisi, menjadi sangat krusial dalam menjaga mutu layanan BMKG secara keseluruhan.
Di hadapan para pegawai, Faisal juga menekankan pentingnya transformasi pemahaman terhadap tugas dan fungsi BMKG. Menurutnya, BMKG tidak hanya identik dengan peringatan dini bencana, tetapi juga memiliki mandat strategis dalam mendukung pembangunan sektoral nasional.
“Kita jadikan BMKG yang kokoh dan utuh. Utuhnya itu, kita jangan lupakan tugas besar kita adalah mendukung pembangunan sektoral di Indonesia, seperti swasembada pangan, swasembada air, dan swasembada energi. Kita siapkan untuk mendukung pembangunan semua sektor,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa data cuaca dan iklim yang akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pariwisata, kesehatan, hingga sektor perhubungan. Peran tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara stasiun klimatologi dan stasiun meteorologi yang saling melengkapi.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menyoroti tantangan infrastruktur pengamatan cuaca di wilayah Papua, khususnya keterbatasan radar cuaca. Menurutnya, radar cuaca memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan penerbangan, pelayaran, serta analisis cuaca ekstrem, terutama di wilayah dengan dinamika atmosfer yang tinggi seperti Papua.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan komitmen pusat untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah timur melalui pelatihan dan fasilitasi inovasi.
Ia menyampaikan pandangannya bahwa kemajuan layanan MKG seharusnya juga dimulai dari Indonesia timur. Oleh karena itu, Kedeputian Klimatologi mendorong peningkatan kompetensi dan inovasi agar layanan BMKG semakin relevan dengan kebutuhan daerah.
Kunjungan pimpinan pusat ini disambut antusias oleh jajaran UPT setempat. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rendani Manokwari menyampaikan bahwa kehadiran Kepala BMKG menjadi suntikan semangat bagi pegawai yang bertugas di Tanah Papua, sekaligus memperkuat sinergi internal dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Yustus Rumakiek memaparkan dinamika kelembagaan BMKG di Tanah Papua pascapemekaran daerah otonomi baru. Ia menjelaskan bahwa Balai Besar MKG Wilayah V kini membawahi sejumlah UPT yang tersebar di enam provinsi, dengan tantangan geografis, topografi yang kompleks, serta kondisi cuaca yang sangat dinamis dan berpotensi ekstrem.
Kondisi tersebut, menurutnya, turut dihadapkan pada kendala keamanan di sejumlah wilayah, keterbatasan akses transportasi dengan biaya operasional yang tinggi, ketersediaan suku cadang peralatan, serta keterbatasan anggaran yang berdampak pada pelaksanaan pemeliharaan peralatan secara optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BMKG Wilayah V terus melakukan berbagai inovasi, antara lain melalui penguatan koordinasi, edukasi, dan sosialisasi meteorologi kepada masyarakat dan stakeholder. Upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan Buletin MKG digital, pertemuan rutin dengan pemangku kepentingan, serta kegiatan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dengan semangat ASN BerAKHLAK dan Bangga Melayani Bangsa, dengan mengedepankan nilai CERMAT: Cepat, Efisien, Responsif, Melayani, Akuntabel, dan Transparan,” ujar Yustus.
Menanggapi hal tersebut, Faisal memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pegawai BMKG yang bertugas di wilayah ini, yang dinilainya sebagai insan-insan pilihan dengan ketangguhan dan dedikasi luar biasa. Sebagai bentuk komitmen manajemen, BMKG pusat terus menyusun tata kelola sumber daya manusia yang lebih adil.
“Saya apresiasi setinggi-tingginya. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang tidak mudah, BMKG di Papua Barat dan Papua Barat Daya tetap menjalankan tugas memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Ini adalah pengabdian yang sesungguhnya,” pungkas Faisal.
Setelah menyelesaikan agenda di Manokwari, Kepala BMKG beserta rombongan dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Jayapura pada Jum’at (23/1/2026) untuk meninjau Stasiun Meteorologi Sentani, Kantor BBMKG Wilayah V, serta unit teknis BMKG lainnya.
Melalui rangkaian kunjungan ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan berbasis data dan sains di Tanah Papua guna mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.







