Kembali ke Berita Utama

BMKG Paparkan Evaluasi Cuaca Nataru 2025/2026 dalam Raker dan RDP Komisi V DPR RI

20 January 2026

Linda

Berita Utama

BMKG Paparkan Evaluasi Cuaca Nataru 2025/2026 dalam Raker dan RDP Komisi V DPR RI

Jakarta, 20 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghadiri Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dalam rangka evaluasi penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) yang digelar di Gedung DPR RI, Selasa (20/1/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Kepala BNPP/Basarnas Muhammad Syafii, serta Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin.

Dalam forum tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan peran dan kontribusi BMKG dalam mendukung keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Faisal menyampaikan bahwa BMKG telah terlibat sejak tahap awal penyelenggaraan Posko Pusat Angkutan Nasional yang digelar oleh Kementerian Perhubungan RI dan dibuka pada 18 Desember 2025. Posko tersebut beroperasi selama 19 hari dengan layanan 24 jam hingga 5 Januari 2026.

“BMKG menegaskan komitmen untuk menyediakan informasi cuaca yang akurat, cepat, dan berkelanjutan bagi seluruh moda transportasi selama periode Nataru,” ujar Faisal.

Dalam pelaksanaannya, BMKG mengoperasikan sejumlah posko layanan cuaca, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor. Menurut Faisal, potensi kejadian cuaca ekstrem selama Nataru dapat dimitigasi dengan baik melalui sinergi antarkementerian dan lembaga, serta penguatan peran posko terpadu.

“Potensi kejadian cuaca ekstrem dapat dimitigasi dengan baik melalui koordinasi dan sinergi lintas kementerian dan lembaga, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk penguatan peran posko terpadu,” ungkap Faisal.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa selama periode Nataru 2025/2026, BMKG menjalankan fungsi utama dalam penyediaan informasi cuaca, penyampaian peringatan dini cuaca ekstrem, pelayanan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor transportasi darat, laut, dan udara. Secara umum, kondisi cuaca selama Nataru terpantau relatif kondusif dan tidak menimbulkan gangguan berskala besar terhadap transportasi maupun mobilitas masyarakat, meskipun berada pada puncak musim hujan dengan dinamika atmosfer yang cukup aktif.

Selain dukungan informasi cuaca, BMKG juga turut mengawal pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah daerah di sejumlah wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Lampung.

“OMC tersebut dilaksanakan sebagai upaya mitigasi untuk menekan curah hujan di berbagai wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi,” jelas Faisal.

BMKG juga aktif terlibat dalam berbagai forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk bersama Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pengelola pelabuhan, hingga pengamanan malam Tahun Baru.

Menutup pemaparannya, Faisal menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan sumber daya manusia serta optimalisasi sarana dan prasarana posko, termasuk melalui penguatan sosialisasi informasi cuaca kepada masyarakat dan integrasi sistem digital dengan operator transportasi.

“Evaluasi menunjukkan dukungan BMKG pada Posko Transportasi Nataru 2025/2026 berjalan efektif dalam menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat. Ke depan, penguatan koordinasi lintas instansi dan pemanfaatan teknologi digital akan semakin krusial untuk menghadapi dinamika cuaca ekstrem pada periode libur nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan pentingnya penyampaian informasi cuaca ekstrem secara cepat dan tepat kepada instansi terkait serta masyarakat, khususnya pengguna transportasi massal.

“Penyampaian informasi cuaca ekstrem kepada instansi dan masyarakat, terutama pengguna transportasi massal, harus dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Lasarus.

Melalui forum Raker dan RDP ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia informasi cuaca yang andal, akurat, dan responsif guna mendukung keselamatan transportasi serta perlindungan masyarakat, khususnya pada periode-periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru.

Berita Utama Lainnya

BMKG Paparkan Evaluasi Cuaca Nataru 2025/2026 dalam Raker dan RDP Komisi V DPR RI

BMKG Paparkan Evaluasi Cuaca Nataru 2025/2026 dalam Raker dan RDP Komisi V DPR RI

BMKG Buka Rekonsiliasi Laporan Keuangan Semester II 2025, Tegaskan Komitmen Pertahankan Opini WTP

BMKG Buka Rekonsiliasi Laporan Keuangan Semester II 2025, Tegaskan Komitmen Pertahankan Opini WTP

Guswanto Dilantik Sebagai Sekretaris Utama, Kepala BMKG Tekankan Penguatan Tata Kelola dan SDM

Guswanto Dilantik Sebagai Sekretaris Utama, Kepala BMKG Tekankan Penguatan Tata Kelola dan SDM