Malang, 15 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan kedaulatan teknologi Indonesia yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Jumpa Tokoh Nasional di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).
Dalam paparannya yang bertajuk Kedaulatan Teknologi untuk Bumi dan Kemanusiaan, Faisal mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, serta kepedulian terhadap bangsa dan kemanusiaan.
Ia menjelaskan bahwa BMKG saat ini didukung oleh ribuan pegawai yang tersebar di 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut berperan dalam menyediakan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika guna mendukung keselamatan masyarakat serta pembangunan nasional.
“Sasaran utama dan prioritas BMKG adalah menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi dan gempa bumi. Data yang akurat sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, mengamankan aktivitas ekonomi masyarakat, serta melindungi infrastruktur vital negara. Untuk itu, kami terus memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat dapat lebih siap sebelum bencana terjadi,” ujar Faisal.
Menurutnya, kemajuan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, hingga ketahanan pangan dan energi.
Di hadapan para siswa, Faisal menekankan bahwa masa muda merupakan fase yang sangat berharga dalam membangun fondasi masa depan.
“Di masa muda, semangat sangat tinggi dan tantangan terasa menarik. Pada masa ini juga Anda mulai membangun relasi dan karakter diri. Ketika Anda ada di sini, Anda bersaudara tidak hanya untuk 3 tahun, tapi untuk selamanya,” pesannya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya komunitas sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter. Menurutnya, banyak tokoh besar lahir dari lingkungan yang mendorong pertukaran gagasan dan kolaborasi, termasuk Ki Hajar Dewantara yang melahirkan berbagai pemikiran besar melalui interaksi dengan berbagai kalangan masyarakat.
“Komunitas adalah tempat kita belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan. Keluarga besar Taruna Nusantara merupakan jejaring yang akan terus terjalin sepanjang hayat. Dari komunitas yang kuat akan lahir kolaborasi dan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan bagi bangsa,” katanya.
Faisal menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui generasi muda yang sehat, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi.
“Kalau kita bicara Generasi Emas, itu dimulai dari masa muda, yaitu sekarang. Masa muda yang sehat, berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat untuk mengabdi bagi bangsa. Itulah fondasi Indonesia Emas yang kita cita-citakan pada tahun 2045,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Mayjen TNI (Purn.) M. Mahbub Junaedi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BMKG beserta jajaran dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh civitas akademika SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.
Ia menjelaskan bahwa para siswa yang menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, sehingga mencerminkan keberagaman dan semangat persatuan bangsa.
“Kehadiran Bapak Kepala BMKG bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi energi dan inspirasi bagi seluruh siswa. Beliau merupakan lulusan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara dan menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan kepemimpinan yang dibangun di sekolah ini mampu melahirkan pemimpin nasional di berbagai bidang,” ujar Mahbub.
Menurutnya, sebagai kampus yang relatif baru dalam keluarga besar SMA Taruna Nusantara, Kampus Malang memiliki komitmen kuat untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin masa depan di berbagai sektor strategis.
“Harapan kami, kehadiran Bapak Kepala BMKG beserta jajaran dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan mengabdikan diri bagi bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan Jumpa Tokoh Nasional ini, BMKG berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, semangat inovasi, serta kesiapan menghadapi tantangan global.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sains dan teknologi sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.