Kembali ke Berita Utama

BMKG Resmikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Perkuat Layanan Peringatan Dini dan Dukungan Penanganan Karhutla di Kalimantan

Ibrahim
BMKG Resmikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Perkuat Layanan Peringatan Dini dan Dukungan Penanganan Karhutla di Kalimantan

Kalimantan Tengah, 10 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengoperasikan Radar Cuaca C-Band di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (10/8/2026). Kehadiran radar cuaca ini menjadi bagian dari upaya BMKG memperkuat jaringan observasi cuaca nasional guna mendukung sistem peringatan dini yang lebih cepat, tepat, dan akurat bagi masyarakat serta berbagai sektor pembangunan, termasuk memperkuat pemantauan kondisi cuaca untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas dukungan yang diberikan dalam pembangunan dan pengoperasian radar cuaca tersebut.

“Radar Cuaca C-Band di Muara Teweh ini merupakan bagian dari jaringan radar cuaca BMKG yang saat ini berjumlah 45 unit di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan menuju kebutuhan ideal sebanyak 75 radar cuaca agar dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia secara optimal,” ujar Faisal.

Menurutnya, radar cuaca C-Band Muara Teweh memiliki kemampuan pengamatan dengan jangkauan radius hingga 200–250 kilometer. Teknologi ini mampu mendeteksi intensitas hujan, memantau pertumbuhan dan pergerakan awan, serta menyediakan informasi penting yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk keselamatan transportasi udara, mitigasi bencana hidrometeorologi, hingga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa keberadaan radar cuaca ini juga sangat penting dalam mendukung penanganan karhutla yang menjadi salah satu tantangan utama di wilayah Kalimantan. Data radar dapat digunakan untuk memantau potensi hujan, perkembangan awan konvektif, serta kondisi atmosfer yang menjadi dasar pelaksanaan OMC guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Manfaat radar cuaca ini sangat besar karena memungkinkan kita melakukan pemantauan kondisi meteorologi dan klimatologi secara lebih optimal. Dengan demikian, informasi terkait cuaca, perubahan iklim, keselamatan transportasi, dan berbagai layanan lainnya dapat disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar radar cuaca yang telah dibangun dapat dikelola dan dirawat secara optimal sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar MKG Wilayah III, I Kadek Oca Santika, yang hadir mewakili Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Cahyo Nugroho, melaporkan bahwa pembangunan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh merupakan bagian dari penguatan jaringan observasi cuaca nasional yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025.

“Pembangunan radar cuaca ini merupakan salah satu proyek yang memperoleh pendanaan melalui SBSN Tahun Anggaran 2025. Dukungan pendanaan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur layanan publik di bidang meteorologi sehingga dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Menurut Kadek, pembangunan radar ini juga memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan data meteorologi di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan penyangganya.

“Jaringan observasi radar cuaca ini digunakan untuk mengisi kekosongan data meteorologi, khususnya dalam pengamatan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Kehadiran radar ini akan memperkuat kualitas data dan layanan informasi cuaca yang dibutuhkan berbagai sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Muhlis, menyampaikan bahwa perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem sehingga diperlukan sistem pemantauan cuaca yang semakin modern dan andal.

“Bagi Kabupaten Barito Utara yang memiliki luas wilayah sekitar 8.300 kilometer persegi dengan karakteristik geografis yang beragam, tersebar di sembilan kecamatan, 93 desa, dan 10 kelurahan, serta dihuni lebih dari 162 ribu jiwa, informasi cuaca yang akurat bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelas Muhlis.

Ia menambahkan, keberadaan Radar Cuaca Muara Teweh akan memberikan manfaat besar bagi berbagai sektor strategis daerah, termasuk transportasi udara. Seiring berkembangnya Bandara Haji Muhammad Sidik sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di Kalimantan Tengah bagian utara, kebutuhan terhadap layanan meteorologi modern menjadi semakin penting.

“Infrastruktur radar cuaca ini akan menjadi bagian integral dalam mendukung keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara,” katanya.

Muhlis juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG, baik dalam penyebarluasan informasi cuaca, peningkatan kapasitas mitigasi bencana, edukasi kebencanaan, maupun pemanfaatan data meteorologi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah.

“Saya berharap radar cuaca ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, akademisi, media massa, dan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Radar Cuaca C-Band Muara Teweh memiliki daya jangkau pengamatan hingga 200 kilometer dan dilengkapi teknologi resolusi tinggi yang mampu memantau intensitas curah hujan, pertumbuhan awan, serta pergerakan cuaca ekstrem secara lebih detail. Kehadirannya dinilai sangat strategis untuk mengisi kekosongan data pengamatan meteorologi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) serta memperkuat layanan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya.

Selain memperkuat sistem peringatan dini cuaca, radar ini juga mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Informasi yang dihasilkan radar dapat dimanfaatkan untuk memantau potensi cuaca ekstrem, mendukung perencanaan Operasi Modifikasi Cuaca, serta membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat oleh pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Data yang dihasilkan juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas strategis masyarakat, mulai dari transportasi, pertambangan, perkebunan, kehutanan, hingga pengelolaan sumber daya air.

Melalui pengoperasian Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, BMKG terus memperkuat kapasitas observasi dan sistem peringatan dini nasional guna mendukung keselamatan masyarakat, ketahanan wilayah, serta upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

 

Berita Utama Lainnya

BMKG Resmikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Perkuat Layanan Peringatan Dini dan Dukungan Penanganan Karhutla di Kalimantan

BMKG Resmikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Perkuat Layanan Peringatan Dini dan Dukungan Penanganan Karhutla di Kalimantan

Baca selengkapnya
Dialog Nasional Bappenas, BMKG Dorong Respons Lintas Sektor Hadapi El Niño Kuat

Dialog Nasional Bappenas, BMKG Dorong Respons Lintas Sektor Hadapi El Niño Kuat

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp