BMKG Perkuat Koordinasi untuk Pembangunan Nasional
24 April 2019
Ayu Isrianti Putri
Berita Utama
JAKARTA, Selasa (23/4) – Menteri / Kepala Badan Perencanaan Nasional RI, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro dengan didampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Dwikorita Karnawati, membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) dan Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (RAKORBANGNAS) di Auditorium BMKG.
Rakornas dan Rakorbangnas yang dilaksanakan dari Selasa (23/4) hingga Jumat (26/4) ini diikuti 482 peserta dari Kantor Pusat BMKG, Para Pejabat UPT/ Daerah, Dharma Wanita Persatuan Daerah dan Pusat, serta Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).
Kegiatan Rakorbangnas tahun ini mengangkat tema Menuju One Observation Policy, “Sinkronisasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Indonesia Selamat dan Sejahtera.” Sementara untuk tema dari Rakornas tahun ini, yaitu Smart SDM Menuju Global, “Dengan Spirit Socioenterpreneurship.”
Dwikorita menuturkan dalam Rancangan Teknoratik Rencana Pembangunan Jangka menengah 2020-2024 isu bencana dan perubahan iklim menjadi topik khsusus yang akan memberikan arahan bagi sektor dan regional dalam penyusunan rencana pembangunan untuk lima tahun ke depan.
Untuk tahun 2020 yang saat ini berlangsung, tambah Dwikorita isu bencana dan perubahan iklim akan menjadi program prioritas yang sasarannya mewujudkan pembangunan ketahanan bencana serta pembangunan rendah karbon.
Untuk hal ini, peran strategis BMKG dalam perkembangan global pengamatan cuaca dan perubahan iklim sangat diperhatikan.
“Kegitan Rakorbangnas ini menjadi sangat strategi karena menjadi forum untuk sinkronisasi dan koordinasi kebijakan satu observasi serta pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan meteorologi,klimatologi
dan Geofisika.
Pertemuan koordinasi pembangunan ini, lanjut Dwikorita sebagai langkah penyiapan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah pada tiap tahun anggaran dan menjadi masukan untuk perencanaan pembangunan Nasional.
“Kita perlu mempertimbangkan perencanaan pembangunan yang rawan bencana, mengingat wilayah Indonesia rawan bencana alam, seperti pembangunan infrastruktur dan bangunan yang tahan gempa,pembangunan jalur evakuasi bencana di wilayah permukiman dan perkantoran,serta adaptasi perubahan iklim di berbagai sektor,” ucap Dwikorita.
Sambung Dwikorita, ia menuturkan pertemuan sinkronisasi dan koordinasi ini sangat tepat untuk meningkatkan kerjasama BMKG dengan pihak pihak terkait tersebut terutama untuk saling tukar informasi dan data observasi baik untuk penelitian,prediksi, maupun peringatan dini.
Sementara itu, Menteri/ Kepala BAPPENAS, Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, menuturkan jika lembaganya akan siap membantu BMKG dalam menyebarluaskan informasi.
“Bappenas siap mendukung BMKG menjadi terdepan dalam menyediakan layanan informasi berbasis maritime, tidak hanya berbasis terrestrial,” tutup Bambang. (Foto : Dok. Humas)
Foto Bersama
Sambutan Kepala BMKG
Sambutan Menteri Bappenas
Pembukaan Resmi Rakornas dan Rakobangnas Tahun 2019
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.