
BMKG dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi, Dorong Penguatan SDM dan Kebencanaan
BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Yogyakarta – Kamis (13/9), BMKG, KNKT, UGM dan PT. Inti sepakati kerjasama tentang Sistem Perangkat Pengamatan Cuaca Bandara, kerjasama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman di Ruang Multimedia Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada Lantai 3.
Nota kesepahaman dimaksudkan untuk mewujudkan hubungan yang saling menguntungkan, saling menghormati dan saling mendukung berdasarkan prinsip keadilan serta keseimbangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Tujuan dari penandatangan ini adalah untuk bekerja sama dengan segala kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki dalam rangka mengembangkan sistem perangkat pengamatan cuaca bandara.
Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi :
Kegiatan Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng. D.Eng selaku Pihak Pertama, Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, MSc. Phd selaku Pihak Kedua, Ketua KNKT Dr. Soerjanto Tjahjono selaku Pihak Ketiga dan Direktur PT. Industri Telekomunikasi Indonesia Ir. Teguh Adi Suryandono selaku Pihak Keempat.

BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Flores, 26 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pendampingan teknis pascagempa bumi M7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayah Flores. Penguatan sinergi dan transparansi data dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonstruksi sekaligus mitigasi jangka panjang, mengingat potensi kegempaan di wilayah Flores cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena astronomis Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat mengamati langsung fenomena alam ini karena posisi Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana.