Jakarta, 18 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menutup rangkaian peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia yang telah berlangsung sejak 21 Juli hingga 18 Agustus 2026. Dalam sebulan terakhir, berbagai kegiatan dan perlombaan dilaksanakan dengan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa HMKG bukan perayaan semata, tetapi juga upaya untuk menyatukan sinergi lintas unit kerja dan membangun kekuatan kolektif guna meningkatkan pelayanan. Tema “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” yang diusung pun menjadi pengingat sekaligus penggerak semangat untuk terus memperluas jangkauan informasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi keselamatan seluruh rakyat Indonesia.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan berkarya lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Setiap unit harus berjalan dengan derap langkah yang sama,” tutur Faisal pada penutupan HMKG ke-79 di Jakarta, Selasa (18/8).
Di tengah kebersamaan ini, BMKG turut memanjatkan doa kepada para korban gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu. Musibah ini menjadi pengingat yang sangat kuat bagi seluruh jajaran pegawai BMKG untuk senantiasa meningkatkan dedikasi, kesiapsiagaan, dan kerja keras dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik untuk keselamatan seluruh masyarakat Indonesia.
Faisal memastikan kehadiran BMKG dalam memberikan peringatan dini secepat mungkin serta membersamai para stakeholders dan masyarakat dalam setiap fase penyelamatan. Hingga saat ini, gempa bumi susulan masih terjadi dan diperkirakan akan berlanjut hingga beberapa minggu ke depan.
“Ketika terjadi gempa, peran BMKG sangat krusial untuk menjelaskan kondisi di lapangan serta memberikan arahan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat,“ tambah Faisal.
Faisal lantas mengapresiasi dedikasi dan pengabdian seluruh insan BMKG, khususnya di empat UPT yang berlokasi di Pulau Flores, sehingga kondisi kegempaan dapat didiseminasikan sebaik-baiknya kepada masyarakat luas. Terlebih, seluruh UPT tersebut bukan merupakan stasiun geofisika, melainkan stasiun meteorologi penerbangan.
“BMKG seharusnya tidak dibatasi oleh sekat-sekat yang tinggi antara meteorologi, klimatologi, dan geofisika, tapi satu sama lain harus terus belajar, karena pada akhirnya masyarakat hanya memandang satu, yaitu BMKG,” tandas Faisal.
Sementara itu, Ketua Pelaksana HMKG ke-79, Irwan Slamet, memaparkan rangkaian HMKG meliputi upacara peringatan, prosesi pembukaan yang menghadirkan lomba eksibisi eselon I dan II, perlombaan olahraga, perlombaan seni, hingga perlombaan akademik. Selain itu, Irwan menambahkan adanya agenda tambahan, yakni penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Pulau Flores, NTT sebagai salah satu upaya meringankan beban mereka.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan BMKG ke-79 tahun 2026 ini telah berjalan lancar dan memberikan manfaat serta mempererat silaturahmi dan persaudaraan seluruh sivitas BMKG,” tutup Irwan.