
Kembali ke Berita
RDP Komisi V DPR RI, BMKG Paparkan Kondisi Cuaca dan Kesiapan Layanan Informasi Mudik Lebaran 2026
12 March 2026
Kholis Nur Cahyo
Berita

Jakarta, 11 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gambaran kondisi cuaca sekaligus kesiapan layanan informasi terintegrasi yang disiapkan guna mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026. Paparan ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama sejumlah mitra kerja, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian RI. Kegiatan berlangsung di Gedung Nusantara DPR RI, Rabu (11/03).
Rapat membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang Lebaran, dengan BMKG memberikan update mengenai kondisi cuaca serta potensi dinamika atmosfer yang diperkirakan terjadi selama periode mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah.
“Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan kesiapsiagaan bersama bagi Kementerian/Lembaga dalam menjaga kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat”, ujar Faisal.
BMKG menjelaskan bahwa pada periode perayaan dan libur Idulfitri 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, sehingga perlu menjadi perhatian dalam mendukung kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Berdasarkan analisis BMKG, potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun”, ungkapnya.
Pada rentang 1–10 Maret kondisi cuaca diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara pada periode 11–20 Maret hingga 21–30 Maret, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan. Secara umum, selama periode Lebaran kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan hingga berpotensi hujan.
Lebih lanjut, pada April 2026 curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi sangat tinggi terutama di wilayah Papua Tengah. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara basah, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Sebagai langkah mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, BMKG juga menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak. Upaya ini diarahkan untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas transportasi, khususnya penyeberangan.
Di sisi layanan informasi, BMKG terus memperkuat sistem informasi cuaca terintegrasi bagi sektor transportasi darat, laut, dan udara. Platform tersebut antara lain Ina-SIAM untuk sektor penerbangan, InaWIS untuk sektor maritim, serta Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyediakan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini berbasis nowcasting di sepanjang jalur transportasi darat.
“Informasi BMKG dapat diakses melalui website, Instagram, YouTube, Facebook, X (Twitter), aplikasi InfoBMKG, SMS Blast, hingga tampilan informasi cuaca luar ruang dan layar Dynamic Message Sign (DMS) di jalan tol”, kata Faisal.
Selain fokus pada jalur transportasi, BMKG juga menyiapkan prakiraan cuaca khusus untuk beberapa destinasi wisata unggulan yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan kawasan Gunung Bromo. Jaringan stasiun BMKG di daerah turut disiagakan agar layanan informasi cuaca dapat berlangsung terus-menerus, termasuk dukungan pengoperasian posko pusat dan daerah di pelabuhan utama, bandara, serta rest area jalan tol.
Menutup paparannya, Faisal menegaskan bahwa BMKG siap terus bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 2026.
“BMKG siap mendukung dan bersinergi untuk mewujudkan kelancaran libur Hari Raya Idulfitri 2026”, tutup Faisal.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan pentingnya peran informasi cuaca dari BMKG dalam mendukung kelancaran arus mudik.
“Gambaran cuaca menjelang, selama mudik, dan arus balik Lebaran tahun 2026 sangat penting agar dapat diinformasikan secara baik kepada masyarakat”, ujarnya.
Melalui forum tersebut, BMKG juga menegaskan kesiapan dukungan operasional Angkutan Lebaran 2026 melalui jaringan layanan meteorologi di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut mencakup kesiapsiagaan 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah yang terintegrasi dengan Posko Angkutan Lebaran, termasuk pelayanan informasi cuaca di 15 pelabuhan utama dan 96 bandara di seluruh Indonesia.
BMKG juga terus memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, guna memastikan kesiapan menghadapi potensi risiko cuaca selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.







