Jakarta, 29 April 2026 – Koperasi Konsumen Aparatur Sipil Negara (KK ASN) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Auditorium BMKG, Jakarta, Selasa (29/04/2026).
Kepala BMKG yang juga merupakan Pembina KK ASN BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa RAT merupakan forum strategis dalam memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas pengelolaan koperasi.
“Rapat Anggota Tahunan ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat arah kebijakan koperasi agar semakin sehat, transparan, dan dapat diandalkan,” ujar Faisal dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa di tengah berbagai tantangan, kinerja Koperasi Konsumen ASN BMKG tetap menunjukkan tren positif, sebagaimana tercermin dalam laporan Tahun Buku 2025. Ke depan, Faisal menekankan pentingnya penguatan tata kelola serta percepatan digitalisasi guna mendorong koperasi yang semakin profesional dan adaptif.
“Saya juga mengajak seluruh pegawai BMKG untuk terus berpartisipasi aktif, karena kemajuan koperasi adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Konsumen ASN BMKG, Guwanto, dalam laporannya menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi koperasi sekaligus bentuk akuntabilitas kinerja pengurus dan pengawas yang mencakup aspek organisasi, manajemen usaha, bidang sosial, realisasi Rencana Kerja, serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK).
Per 31 Desember 2025, jumlah anggota koperasi tercatat sebanyak 1.213 orang yang tersebar di Kantor Pusat BMKG, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), serta berbagai Unit Pelayanan Teknis (UPT) di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Serang, dan sekitarnya.
Sepanjang tahun 2025, dari sisi organisasi dan manajemen, koperasi telah melaksanakan delapan kali rapat pengurus dengan administrasi yang berjalan tertib. Sementara itu, pada bidang sosial, koperasi menyalurkan berbagai program, antara lain santunan duka, bantuan pendidikan berupa beasiswa, serta pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).
“Sebagai evaluasi, koperasi kita berhasil menjaga stabilitas usaha dengan kontribusi yang sangat signifikan dari sektor usaha konsumsi dan rekanan kerja sama. Bidang sosial juga berjalan dengan sangat baik melalui pemberian beasiswa dan THR,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia RAT KK ASN BMKG Tahun Buku 2025, Suradiyanto, melaporkan bahwa pelaksanaan RAT telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi ASN BMKG, serta Keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas tertanggal 1 April 2026.
Ia menyampaikan bahwa RAT dihadiri oleh 240 orang perwakilan yang mewakili total 1.213 anggota koperasi, dengan sistem keterwakilan satu banding lima.
“Fokus pembahasan dalam RAT Tahun Buku 2025 ini adalah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus dan Pengawas Tahun 2025, serta penetapan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk merumuskan kebijakan dan strategi koperasi ke depan,” ujarnya.
RAT ini menjadi wujud nyata prinsip transparansi dan demokrasi dalam koperasi, di mana anggota memiliki hak tertinggi dalam mengevaluasi pengelolaan serta menentukan arah pengembangan organisasi.
Secara keseluruhan, Koperasi Konsumen ASN BMKG pada Tahun Buku 2025 menunjukkan kinerja yang akuntabel, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Keberhasilan dalam menjaga stabilitas usaha, melaksanakan kegiatan sosial, serta mempertahankan kepercayaan anggota menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan.
Turut hadir Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BMKG, Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jakarta Pusat Tienda Damayanti, serta Ketua I Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Jakarta Raya Agus Salim, Ketua Umum PKPRI Jakarta Raya Syahnas Rasyid.
Melalui Rapat Anggota Tahunan, Koperasi Konsumen ASN BMKG diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pilar kesejahteraan anggota, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika dan kebutuhan organisasi di masa mendatang.