Kembali ke Berita

Perkenalkan Keunggulan Command Center MHEWS, BMKG Inspirasi Jasa Raharja Perkuat Keselamatan Transportasi

Annisa Amalia Zahro
Perkenalkan Keunggulan Command Center MHEWS, BMKG Inspirasi Jasa Raharja Perkuat Keselamatan Transportasi

Jakarta, 25 Juni 2026 – PT Jasa Raharja melakukan kunjungan strategis ke Command Center Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka benchmarking atau studi banding pengembangan command center guna menekan angka risiko kecelakaan transportasi yang dapat memakan korban.

Ketua Tim Hubungan Pers dan Media BMKG, Dwi Rini Endra Sari, menyambut baik inisiatif ini, mengingat risiko kecelakaan transportasi yang tinggi berkaitan dengan tingginya potensi bencana geo-hidrometeorologi di Indonesia. Menurutnya, Jasa Raharja menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan terbesar BMKG saat ini, yakni sering terputusnya mata rantai informasi dari hulu ke hilir.

“BMKG berada di posisi upstream (hulu) yang mengamati dan menyampaikan informasi cuaca, iklim, hingga gempa bumi selama 24/7. Agar informasi peringatan dini ini efektif mencegah korban jiwa, peran stakeholders seperti Jasa Raharja sangat krusial untuk memastikan rantai informasi dari kami bisa tersampaikan dan dimanfaatkan dengan baik di sisi hilir,” tegas Rini di Jakarta, Kamis (25/6).

Melanjutkan pembahasan teknis, BMKG memperkenalkan keunggulan fasilitas Command Center MHEWS terpadu yang kini telah diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta superkomputer kebencanaan bernama SMONG. Pusat pengendali ini menyatukan empat sistem peringatan dini sekaligus, yaitu Meteorology Early Warning System (MEWS), Climate Early Warning System (CEWS), Earthquake Early Warning System (EEWS), dan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

Berkat revitalisasi ini, BMKG mampu mengoptimalkan golden time penyelamatan dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari 3 menit setelah data terdeteksi di lapangan. BMKG juga telah menyediakan sistem cadangan (back-up system) di Bali untuk memastikan layanan tidak terhenti di tengah kondisi darurat.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Urusan Manajemen Data dan Analitik PT Jasa Raharja, Arief Prabawa Putra, menyatakan bahwa kesiapan data dari BMKG akan menjadi instrumen penting bagi Jasa Raharja dalam melakukan pemetaan risiko dan manajemen keselamatan transportasi yang lebih presisi.

“Bagi Jasa Raharja, data dan informasi dari BMKG merupakan insight yang sangat berharga. Melalui integrasi data cuaca ekstrem dan potensi bencana dari MHEWS ini, kami dapat melakukan analisis manajemen risiko yang lebih akurat, memetakan rute transportasi yang rawan, serta memberikan peringatan yang lebih cepat kepada ekosistem transportasi,” ungkap Arief.

Arief mengaku pihaknya tertarik memperkuat sinergi dengan BMKG demi meningkatkan aspek keselamatan publik, melindungi masyarakat, dan menjamin masa depan keselamatan transportasi Indonesia. Melalui sinergi data berbasis teknologi canggih ini, kedua pihak berharap mata rantai peringatan dini tidak lagi terputus sehingga angka kecelakaan transportasi akibat faktor alam dapat ditekan secara signifikan demi menjamin masa depan keselamatan publik. (SLS)

Berita Lainnya

Hubungi via WhatsApp