
Kembali ke Berita
Pengalaman Langsung Belajar Cuaca dan Musim, Siswa SD Citra Alam Kunjungi BMKG
22 January 2026
Annisa Amalia Zahro
Berita

Jakarta, 22 Januari 2026 — Kehangatan dinginnya hujan ketika siswa-siswi SD Citra Alam mengunjungi BMKG. Dengan menaiki transportasi umum, adik-adik kelas 2 SD tersebut membawa rasa antusiasme dan rasa ingin tahu untuk mengenal lebih dekat dunia cuaca, iklim, dan gempa bumi bersama para ahli BMKG.
Tentu, belajar bersama BMKG berlangsung menyenangkan dan interaktif, seperti mencoba Simulator Gempa Bumi. Seperti namanya, alat ini akan memberikan pengalaman langsung peristiwa gempabumi yang terjadi di Indonesia, yakni gempa di Lombok pada 2018 silam.
Adik-adik SD Citra Alam merasakan tiga tingkat guncangan, yaitu jarak jauh, sedang, dan dekat. Di bawah arahan Kak Riski dari Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, para siswa antusias mengikuti simulasi sembari mempraktikkan langkah perlindungan diri saat gempa terjadi.
Dalam sesi tersebut, Kak Riski menekankan pesan penting kepada adik-adik. “Saat terjadi gempa yang sebenarnya, tetapdiam di tempat sembari berlindung di bawah meja atau kasur yang kokoh dan jangan panik,” ujarnya.
Kegiatan kemudian berlanjut ke Ruang Media Center. Di sini, adik-adik menerima materi tentang iklim, musim, dan cuaca. Sebelum materi dimulai, siswa terlebih dahulu menonton video edukasi tentang mitigasi bencana. Adik-adik terlihat fokus menyimak tayangan tersebut. Suasana semakin seru ketika kegiatan diselingi dengan lagu edukasi evakuasi yang dipandu oleh Kak Tata selaku moderator sehingga adik-adik dapat belajar sambil bernyanyi.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Kak Hikmat mengenai iklim dan musim. Melalui sesi tanya jawab sederhana, adik-adik diajak memahami kondisi iklim di Indonesia serta mengenal alat-alat yang digunakan untuk mengukur iklim. Pada sesi tersebut, salah satu adik-adik bertanya mengapa Indonesia tidak memiliki musim salju.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kak Hikmat menjelaskan, “Indonesia tidak memiliki musim salju karena berada di garis khatulistiwa sehingga hanya memiliki dua musim utama,” jelas Kak Hikmat.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi cuaca yang disampaikan oleh Kak Tanes. Adik-adik dikenalkan berbagai jenis cuaca yang sering mereka temui sehari-hari, seperti cerah, cerah berawan, mendung, dan hujan. Melalui tampilan gambar dan simbol cuaca BMKG, adik-adik juga mengetahui bahwa cuaca memiliki banyak variasi, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan panas ekstrem.
Selain itu, adik-adik diajak memahami benda apa saja yang perlu dibawa sesuai kondisi cuaca, seperti payung saat hujan atau topi saat cuaca cerah. Kak Tanes juga menjelaskan pentingnya informasi cuaca bagi kehidupan sehari-hari.
“Manfaat prakiraan cuaca tidak hanya untuk aktivitas harian, tetapi juga sangat penting bagi transportasi, pertanian, dan sektor lainnya,” jelasnya.
Sebagai penutup kegiatan, adik-adik SD Citra Alam diajak mengunjungi Galeri B.A.I.K. Di ruangan ini, adik-adik melihat langsung berbagai alat pengukur cuaca dan iklim yang sebelumnya telah dijelaskan, sehingga mereka dapat memahami fungsinya secara nyata.
Kunjungan edukatif ini ditutup dengan keceriaan adik-adik SD Citra Alam. Melalui pengalaman belajar langsung di BMKG, para siswa membawa pulang pengetahuan baru tentang cuaca, iklim, dan gempa bumi yang diharapkan dapat mereka ingat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.









