Komisi V DPR RI Tetapkan Efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025 Bersama Mitra Kerja
Rozar Putratama
Berita
Jakarta – Kamis (6/2) Komisi V DPR RI mengadakan rapat kerja bersama para mitra kerja, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Rapat kerja tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:
Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2024
Pembahasan Program Kerja Tahun Anggaran 2025
Pembahasan Mitigasi Gempa Megathrust
Rapat dibuka oleh Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang memberikan sambutan terkait program kerja mitra kerja Komisi V serta arahan Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025. Lasarus menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan untuk memastikan optimalisasi penggunaan APBN yang telah disahkan sebelumnya.
Dalam rapat tersebut, Lasarus menyampaikan beberapa isu strategis terkait efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025, yaitu:
Program Padat Karya harus menjadi prioritas, mengingat manfaatnya yang langsung dirasakan oleh masyarakat dan perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kementerian dan Lembaga diminta menjamin infrastruktur serta konektivitas antarwilayah demi meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran, yaitu memastikan anggaran digunakan tepat guna, tepat waktu, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Prioritas pada Proyek Mendesak, terutama kegiatan infrastruktur yang telah melalui proses tender agar diutamakan penganggarannya guna mendukung stabilitas perekonomian masyarakat.
Peningkatan Pengawasan Anggaran untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, serta mencegah potensi pemborosan.
Rapat kerja diakhiri dengan persetujuan bersama, ditandai dengan ketukan palu oleh Ketua Komisi V DPR RI. Dalam penutupan, Ketua Komisi V menyampaikan bahwa pagu indikatif setelah proses efisiensi merupakan kewenangan penuh dari pemerintah.
Antisipasi Kemarau, Komisi A DPRD DIY Tinjau Kesiapan BMKG Yogyakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.
Baca selengkapnya
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]