Petani Cabai di Sukamakmur Belajar Cuaca dan Iklim di Kegiatan Sekolah Lapang Iklim
14 March 2023
Kholis Nur Cahyo
Berita Kegiatan
Bogor (13 Maret 2023) – Bertempat di Barokah Edu Village, Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI). Kegiatan sekolah lapang ini dihadiri oleh Drs. H. Mulyadi, M.M. selaku anggota Komisi V DPR RI, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Koordinator BMKG Prov. Jawa Barat Stasiun Geofisika Bandung, Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kec. Jonggol, Kepala Kantor Kecamatan Sukamakmur, Danramil Sukamakmur, Kapolsek Sukamakmur, serta Kepala Desa Sukadamai.
Indra Gustari selaku Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyampaikan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak tahun 2011 telah menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) secara bertahap di provinsi sentra pangan Indonesia sebagai bentuk pendekatan literasi iklim guna mengurangi resiko iklim ekstrim.
Aktivitas SLI memberikan literasi iklim berbasis pembelajaran modul serta mengawal pemanfaatannya di sektor pertanian selama satu musim tanam pada komoditas sesuai daerah dan berbasis kebutuhan riil informasi iklim pada sektor pertanian atau dinamakan SLI Operasional (SLI-O). Literasi berguna sebagai respon adaptasi terhadap perubahan iklim dengan meningkatkan kapasitas para penyuluh-petani terhadap kondisi iklim dan cara mengatasinya.
SLI-O yang dibuka langsung oleh Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat dan berlokasi di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ini berfokus pada komoditas tanaman cabai. Seperti yang kita ketahui tanaman cabai merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai ekonomis tinggi serta ketersediaan dan harganya sangat berpengaruh pada inflasi dan perekonomian nasional.
Djabariah menambahkan bahwa SLI-O Bogor diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas gabungan kelompok tani, PPL/POPT dan LSM yang berasal dari 7 Desa Sinarjaya, Sukadamai, Sukamulya, Wargajaya, Sukamakmur, Pabuaran dan Sukamaju.
Peserta mengawali kegiatan dengan pemaparan materi oleh Arifin Tasrif dari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Peserta diberikan pemahaman berupa mitigasi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terkait dengan budidaya tanaman cabai.
Sebelum melanjutkan sesi berikutnya, peserta diwajibkan mengerjakan pre-test untuk mengetahui materi yang akan diulas lebih dalam oleh pemateri. Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Dhiyaur Rohman memberikan pemaparan tentang alat ukur cuaca disertai praktik pengukuran jumlah curah hujan agar peserta lebih memahami materi yang diberikan.
Pengenalan Informasi dan Prakiraan Iklim yang diberikan oleh Amrya Khaerima serta Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem oleh Leni J Haswan menambah keilmuan peserta dengan cara yang interaktif membentuk kelompok kecil. Selain itu, peserta dapat diskusi dan kerjasama dengan kelompoknya untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.
Acara ditutup dengan post-test untuk memperoleh kompetensi akhir, seberapa banyak peserta menguasai materi yang sudah disampaikan. Apresiasi diberikan kepada dua peserta dengan nilai tertinggi, dilanjutkan dengan prosesi penutupan dan doa bersama.
“Peran SLI-O lebih luas dengan menggandeng stakeholder yang relevan terkait pertanian mulai dari hulu hingga hilir seperti sektor air, teknologi praktis pertanian, sektor market menuju entrepreneur (Wirausahawan),” pungkas Indra.
Pemaparan oleh Dosen Polbangtan Bogor
Foto Bersama Perwakilan Peserta dengan Pejabat
Peserta Bertanya dengan Narasumber
Antusiasme Peserta SLI-O Bogor
Pejabat yang Hadir di Acara SLI-O Bogor
Doa Bersama
Stakeholder yang Hadir di Acara SLI-O
Tamu Undangan dari BMKG
Sambutan Ketua Panitia SLI-O
Sambutan Anggota Komisi V DPR-RI
Sambutan Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat
Sambutan Camat Sukamakmur
Penyematan Tanda Peserta
Penyematan Tanda Peserta
Pemaparan Materi Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem
Jakarta, 6 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sinergi dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam mendukung sistem pemantauan maritim nasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Sekretaris Utama Bakamla RI, Laksda TNI Dr. Samuel H.H. Kowaas, M.Sc., CSBA., beserta jajaran ke Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta.
Sinergi Sains dan Syariah: BMKG Terima Kunjungan KKL UIN Walisongo Semarang
Jakarta, 13 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebanyak 80 mahasiswa di Auditorium BMKG, Jumat (13/02).
Perkuat Enterprise Resilience, Bank Mandiri Benchmarking Sistem Peringatan Dini Multi-bahaya di MHEWS BMKG
Jakarta, 12 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan kerja dan kegiatan benchmarking dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dalam rangka penguatan kolaborasi serta pendalaman sistem operasional Command Center Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan enterprise resilience dan peningkatan kapabilitas situational awareness dalam menghadapi potensi gangguan dan bencana.