
Kembali ke Berita Kegiatan
Perkuat Enterprise Resilience, Bank Mandiri Benchmarking Sistem Peringatan Dini Multi-bahaya di MHEWS BMKG
13 February 2026
Annisa Amalia Zahro
Berita Kegiatan

Jakarta, 12 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan kerja dan kegiatan benchmarking dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dalam rangka penguatan kolaborasi serta pendalaman sistem operasional Command Center Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan enterprise resilience dan peningkatan kapabilitas situational awareness dalam menghadapi potensi gangguan dan bencana.
Diikuti oleh 14 pimpinan Bank Mandiri, kegiatan ini bertujuan memperoleh pemahaman teknis mengenai arsitektur sistem, integrasi data lintas sumber, alur end-to-end early warning, incident handling procedures, serta tata kelola operasional Command Center MHEWS sebagai national multi-hazard monitoring node.
Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BMKG, RR. Rima Eryani menyambut seluruh rombongan di Ruang Media Center, Gedung C lantai 1, Kantor Pusat BMKG, Jakarta. Dalam sambutannya, Rima menjelaskan bahwa Gedung D Command Center MHEWS BMKG dirancang tahan gempa guna memastikan layanan tetap berjalan secara optimal dalam kondisi darurat.
Momentum ini juga membuka peluang kerja sama antara BMKG dengan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.. Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat BMKG Akhmad Taufan Maulana menjelaskan berbagai peran BMKG dalam mendukung delapan program Asta Cita, termasuk dukungan terhadap swasembada pangan, air, dan energi serta program nasional. I memastikan bahwa inovasi teknologi dan layanan publik di BMKG juga dapat dimanfaatkan oleh Bank Mandiri.
“Idealnya, informasi BMKG itu harus menjadi evidence-based policy,” ujar Taufan (12/2).
Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Bank Mandiri Brian A. Nugroho menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berkunjung dan berdiskusi bersama BMKG, sekaligus memperkenalkan Business Continuity Management (BCM) di Bank Mandiri sebagai bagian dari penguatan ketahanan operasional.
Pengenalan dan diskusi semakin lengkap dengan seluruh rombongan diajak merasakan simulasi gempabumi melalui Simulator Gempa Bumi BMKG. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung MHEWS, tepatnya di ruang Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Pada kesempatan tersebut, Dede Yunus dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami menjelaskan sistem monitoring dan analisis data sensor gempa di seluruh Indonesia yang terintegrasi melalui jaringan satelit, khususnya untuk wilayah padat penduduk.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke ruang Meteorology Early Warning System (MEWS) dan Climate Early Warning System (CEWS). Di ruangan ini, Tomi Ilham dari Direktorat Meteorologi Publik menjelaskan proses monitoring serta penyusunan prakiraan cuaca yang dilakukan setiap hari. Sedangkan, Hary Tirto Djatmiko dari Direktorat Layanan Iklim Terapan menjelaskan mengenai perubahan iklim, iklim terapan, serta prediksi indeks kesesuaian iklim.






