Jakarta – Jumat (16/10), BMKG sebagai lembaga pemerintah yang menjalankan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, untuk itu dituntut untuk senantiasa mampu memberikan pelayanan di Bidang Meteorologi, Klimatologi Kualitas Udara dan Geofisika dengan kualitas yang prima sesuai dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Kondisi alat operasional yang optimal merupakan hal utama dalam pelayanan informasi meteorologi seperti diamanatkan di dalam UU no 31 tahun 2009 Tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Operasional peralatan Meteorologi merupakan hulu dari alur panjang layanan BMKG yang bermuara pada kualitas informasi MKG yang diberikan pada pengguna. Dengan peralatan yang layak operasi dapat mendukung tersedianya data pelayanan cuaca yang berkualitas, dan dapat merespon tuntutan dan ekspektasi masyarakat.
Dengan Dasar inilah, Pusat Pendidikan dan Pelatihan BMKG menyelenggarakan Pelatihan Teknis Peralatan Meteorologi Tahun 2020 secara Full Online dari tanggal 16-30 Oktober 2020 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian melakukan Maintenance pemeliharaan peralatan meteorologi berupa AWOS Kategori I (satu), AWS Digitalisasi, dan AWS Maritim.
Pelatihan Teknis Peralatan Meteorologi diikuti sebanyak 41 peserta yang berasal dari Pegawai UPT Daerah di lingkungan Balai Besar Wilayah I – V Dan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Geofisika Dr, Ir. M. Sadly, M.Eng melalui zoom meeting.
Dalam Sambutannya, Beliau mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan teknis peralatan meteorologi, Dengan Pelatihan ini dapat mengembangkan kapasitas teknis khususnya para teknisi untuk memahami Bagaimana cara kerja dari seluruh peralatan yang ada di BMKG khususnya peralatan meteorologi dan sedapat mungkin bisa mengembangkan kedepannya, bukan hanya paham cara kerja dengan peralatan tersebut akan tetapi jika ada troubleshooting yang terjadi dapat diatasi secara mandiri, paparnya
Dengan kemampuan teknis yang dimiliki oleh para teknisi, Sadly berharap agar semua peralatan khsususnya peralatan meteorologi, betul-betul dikuasai dan dipelihara dengan baik sehingga bisa bekerja dengan optimal dan prima. Karena peralatan itu adalah jantungnya BMKG, tanpa ada peralatan yang sehat tidak akan mungkin melakukan observasi, processing sampai diseminasi layanan informasi kepada stakeholder diseluruh Indonesia.
Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pencerahan dari para Widyaiswara/narasumber yang mumpuni di bidangnya, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan sesama peserta, berbagi best practice dan lesson learned untuk memperkaya pengetahuan. tutupnya.
Laporan Kepala Pusdiklat BMKG Drs. Maman Sudarisma, DEA
Sambutan sekaligus Membuka Pelatihan Teknis Peralatan Meteorologi Tahun 2020 disampaikan oleh Dr. Ir. M. Sadly, M.Eng
Jakarta, 6 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sinergi dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam mendukung sistem pemantauan maritim nasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Sekretaris Utama Bakamla RI, Laksda TNI Dr. Samuel H.H. Kowaas, M.Sc., CSBA., beserta jajaran ke Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta.
Sinergi Sains dan Syariah: BMKG Terima Kunjungan KKL UIN Walisongo Semarang
Jakarta, 13 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebanyak 80 mahasiswa di Auditorium BMKG, Jumat (13/02).
Perkuat Enterprise Resilience, Bank Mandiri Benchmarking Sistem Peringatan Dini Multi-bahaya di MHEWS BMKG
Jakarta, 12 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan kerja dan kegiatan benchmarking dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dalam rangka penguatan kolaborasi serta pendalaman sistem operasional Command Center Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan enterprise resilience dan peningkatan kapabilitas situational awareness dalam menghadapi potensi gangguan dan bencana.