Pelajari Peran Iklim dalam Sektor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Bogor Kunjungi Kantor BMKG
•Miftah Fauziah
Jakarta – Jumat (17/2). BMKG pusat mendapatkan kunjungan dari mahasiswa program studi Agribisnis Hortikultura Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Kegiatan kunjungan ini diikuti oleh 35 mahasiswa dan 3 dosen pengampu. Rangkaian acara diawali dengan pengenalan alat-alat observasi cuaca yang berlokasi di Stasiun Meteorologi Kelas III Kemayoran (Taman Alat) yang dipandu oleh Ulfa selaku prakirawan cuaca.
“Taman alat ini berisi alat-alat pengamatan cuaca yang digunakan oleh BMKG setiap harinya. Data pengamatan akan dicatat oleh petugas pada jam-jam tertentu sesuai jadwal,” jelas Ulfa.
Bertolak dari Taman Alat, rombongan diarahkan menuju ruangan Climate Early Warning System (CEWS). Di ruangan ini mahasiswa diberikan edukasi seputar iklim dan cuaca, serta bagaimana BMKG menganalisisnya.
“Dalam suatu prakiraan, BMKG menggunakan data cuaca terakhir dan lampau. Kita membaca tanda alam menggunakan berbagai teknologi termutakhir yang ada di BMKG. Namun kembali lagi, kepastian fenomena alam hanya milik yang di atas,” ucap Hary Tirto selaku Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara.
Antusiasme mahasiswa sangat terlihat saat diskusi sudah mulai berfokus pada pertanian dan agrikultur. Hary banyak menjelaskan peran BMKG dalam dunia pertanian.
“Hubungan antara BMKG dengan pertanian yaitu menentukan pola tanah, tapi tidak hanya itu, informasi suhu dan kelembapan tanah dari BMKG juga harus digunakan oleh pertanian untuk mengantisipasi OPT (Objek Pengganggu Tanaman),” ungkap Hary.
Jika tidak mendapatkan informasi dari BMKG, imbuh Hary, maka pertanian tidak akan bisa melakukan antisipasi terhadap OPT. Lebih jauh lagi, informasi iklim juga sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan petani dalam menentukan waktu tanam dan panen.
Di penghujung diskusi, Hary mengimbau mahasiswa untuk selalu memantau informasi cuaca dan iklim dari seluruh kanal BMKG yang tersedia. Baik di media sosial, aplikasi mobile, maupun situs resmi BMKG. Ia juga berpesan untuk tidak mempercayai bahkan menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.(*)
Pengenalan alat-alat pengamatan cuaca yang dipandu oleh Ratih, prakirawan cuaca BMKG, dalam rangkaian acara kunjungan mahasiswa Polbangtan Bogor.
Mahasiswa Polbangtan Bogor mengamati alat evaporimeter atau panci penguapan yang digunakan untuk mengukur penguapan harian di Taman Alat BMKG.
Mahasiswa Polbangtan Bogor kunjungi taman alat yang berlokasi di tasiun Meteorologi Kelas III Kemayoran.
Observasi alat pengukur hujan hillman oleh Mahasiswa Polbangtan Bogor yang didampingi oleh salah satu prakirawan cuaca BMKG.
Antusiasme mahasiswa Polbangtan Bogor aat mendengarkan paparan mengenai alat-alat pengamatan cuaca oleh prakirawan cuaca BMKG.
Salah satu kegiatan dalam rangkaian acara kunjungan mahasiswa Polbangtan Bogor, yaitu edukasi mengenai alat-alat pengamatan di Taman Alat BMKG.
Ulfa, prakirawan cuaca BMKG, memberikan edukasi mengenai alat-alat pengamatan cuaca yang berlokasi di Stasiun Meteorologi Kelas III Kemayoran (Taman Alat).
Prosesi penyerahan plakat yang diberikan pihak Polbangtan Bogor kepada pihak BMKG.