Kembali ke Berita Kegiatan

BMKG Tingkatkan Edukasi Publik dan Dukungan Operasi Kemanusiaan Melalui IISAR 2026 

Linda Juliawanti
BMKG Tingkatkan Edukasi Publik dan Dukungan Operasi Kemanusiaan Melalui IISAR 2026 

Tangerang, 9-12 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 9-12 Juli 2026.

Keikutsertaan BMKG dalam forum internasional tersebut merupakan wujud komitmen BMKG dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penguatan kesiapsiagaan bencana melalui penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, serta peringatan dini yang akurat dan tepat waktu.

Ketua Tim Inovasi dan Pengembangan Kehumasan BMKG, Akhmad Taufan Maulana, mengatakan bahwa BMKG memiliki peran strategis pada tahap awal penanganan bencana melalui penyediaan data, informasi, dan sumber daya manusia yang mendukung pengambilan keputusan dalam operasi kemanusiaan.

“BMKG memiliki peran di bagian hulu melalui penyediaan data dan informasi yang menjadi dasar berbagai langkah mitigasi serta penanganan bencana. Melalui IISAR 2026, BMKG ingin memperluas pemahaman masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai pentingnya informasi cuaca, iklim, dan geofisika dalam mendukung keselamatan serta aksi kemanusiaan,” ujar Taufan.

Pada kesempatan tersebut, BMKG menghadirkan sejumlah peralatan operasional dan edukatif, di antaranya Automatic Weather Station (AWS) Portable dan Intensity Meter. Peralatan tersebut diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari upaya edukasi mengenai teknologi pemantauan cuaca dan gempa bumi yang digunakan BMKG dalam mendukung sistem peringatan dini di Indonesia.

Selain menampilkan peralatan, BMKG juga aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengunjung terkait pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

IISAR 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) dari dalam maupun luar negeri melalui forum diskusi, pertukaran pengalaman, serta penguatan kolaborasi internasional. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran teknologi SAR yang menampilkan berbagai inovasi dan solusi terkini guna mendukung modernisasi peralatan, peningkatan kapasitas operasi pencarian dan pertolongan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana dan situasi kedaruratan.

Dalam pembukaan kegiatan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan tujuh langkah strategis untuk memperkuat penyelenggaraan SAR di Indonesia. Ketujuh langkah tersebut meliputi penguatan kepemimpinan yang adaptif, peningkatan sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan robotika, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat dan relawan, penguatan kerja sama internasional, serta menjadikan setiap operasi dan latihan SAR sebagai sarana pembelajaran.

“Kita tidak bisa menggunakan cara yang lama. Kita harus memanfaatkan teknologi baru. Tetapi lebih dari itu, empati untuk menyelamatkan nyawa manusia tetap menjadi yang utama,” ungkap Pratikno.

Melalui partisipasi dalam IISAR 2026, BMKG berharap semakin banyak masyarakat dan pemangku kepentingan yang memahami pentingnya informasi cuaca, iklim, dan geofisika dalam mendukung upaya mitigasi bencana, operasi pencarian dan pertolongan, serta perlindungan keselamatan jiwa.

BMKG juga terus mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mendukung terciptanya masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Hubungi via WhatsApp