
Kembali ke Berita Kegiatan
BMKG Sambut Kunjungan Mahasiswa LSPR, Perkuat Praktik Literasi Sistem Peringatan Dini
13 January 2026
Annisa Amalia Zahro
Berita Kegiatan

Jakarta, 13 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan mahasiswa The London School of Public Relations (LSPR) Centre for Crisis and Resilience Studies (CCRS). Sebanyak 55 mahasiswa menerima materi terkait sistem peringatan dini atau early warning system yang dimiliki BMKG.
BMKG sendiri memiliki Meteorology Early Warning System (MEWS), Climate Early Warning System (CEWS), Earthquake Early Warning System (EEWS), dan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Seluruh sistem peringatan dini tersebut menjadi jantung utama BMKG memberikan informasi cuaca, iklim, kualitas udara, hingga gempabumi dan tsunami.
Sebagai pembuka, Miftah Ali dari Direktorat Meteorologi Publik menjelaskan bahwa meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, cuaca, dan kontrol cuaca. Di Indonesia, terdapat enam unsur yang saling berpengaruh serta mengontrol cuaca dan iklim. Unsur-unsur tersebut itu meliputi kelembapan udara, tekanan udara, awan, presipitasi, angin, dan suhu udara, menurut Miftah, keenam unsur ini menyebabkan adanya perbedaan cuaca di setiap daerah.
Lebih lanjut, beberapa fenomena atmosfer juga dapat memengaruhi cuaca dan iklim Indonesia, di antaranya ENSO (El Nino dan La Nina), SST dan IOD, Madden-Julian Oscillation, Equatorial Wave, Asian Cold Surge, serta Tropical Cyclone. Dalam memproduksi informasi prakiraan cuaca, BMKG melakukan observasi melalui upper air station menggunakan satelit di atmosfer, surface station menggunakan satelit untuk mendeteksi awan, dan ground station menggunakan radar.
“Di MEWS, kami mulai dengan observasi data berdasarkan unsur dan kontrol cuaca, lalu data-data tersebut dianalisis untuk diproduksi menjadi prakiraan cuaca. Setelah itu, layanan informasi cuaca diinformasikan ke publik melalui media sosial, website, aplikasi Info BMKG, dan sosialisasi langsung.” Jelas Miftah.
BMKG juga turut melakukan pengamatan, pengelolaan data, dan produksi informasi klimatologi. Hary Tirto Djatmiko dari Direktorat Layanan Iklim Terapan menjelaskan bahwa informasi iklim ini dikeluarkan demi keselamatan dan kesejahteraan yang mendukung berbagai sektor seperti pertanian, transportasi, dan lainnya.
“Layanan BMKG dibentuk berdasarkan data terkini, didukung sains teknologi termutakhir, dan terbukti kebermanfaatannya. Sebagai contoh, aktivitas literasi iklim berbasis sosialisasi edukasi, science group, dan webinar komunitas yang menghasilkan peningkatan pemahaman literasi dan perubahan iklim secara umum di beberapa daerah.” Jelas Hary.
BMKG semakin memperluas jejaring pengamatan BMKG yang menjangkau seluruh Indonesia. Sebagai informasi, BMKG memiliki berbagai bentuk bisnis layanan klimatologi, menyediakan informasi peringatan dini tentang bencana alam, serta menghadirkan aktivitas unggulan untuk literasi iklim berbasis komunitas, seperti Sekolah Lapang Iklim, BMKG Goes to School, Climate Data Science Club, hingga Jambore Iklim.
Setelah pemaparan yang disambut antusias oleh mahasiswa LSPR, rombongan diajak mengunjungi simulator gempa bumi untuk merasakan simulasi dengan didampingi oleh Silvie Farahdila dan Rani Fitri Febriyanti dari Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG. Pengalaman ini memberi pelajaran mengenai bagaimana cara melindungi diri ketika terjadi gempabumi. Selain itu, para mahasiswa juga mengetahui bahwa gempabumi bukan hanya dirasakan, tetapi juga memberikan dampak yang berbeda-beda di setiap lokasi, seperti besar kecilnya guncangan, kerusakan bangunan, hingga bencana alam pascagempa.
Selain itu, mahasiswa LSPR mendapatkan kesempatan emas mengunjungi InaTEWS (Tsunami Early Warning System). Didampingi oleh Akbar Rian Setiahagi dan Hadi Nur Rohman dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami, peserta kunjungan memahami proses pengumuman peringatan dini tsunami pascakejadian gempabumi yang sangat singkat.
Seluruh informasi BMKG, baik meteorologi, klimatologi, hingga geofisika, sangat berperan penting bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan ini, mahasiswa LSPR semakin memahami bahwa BMKG tidak hanya memberikan data, tetapi juga menerjemahkannya sesuai kebutuhan masyarakat.





