Jakarta, 18 Juni 2026 – Sebanyak 6 anak dan 4 pendamping Tanah Air Daycare jalan-jalan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Bukan sekadar berkunjungan, kali ini adik-adik turut belajar mengenai cuaca, gempa bumi, dan tsunami dengan cara yang menyenangkan.
Di bawah mentari pagi, Devika dari Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG memperkenalkan peralatan di Taman Alat Meteorologi yang bersiaga mengamati kondisi langit. Ia menjelaskan jenis dan fungsi berbagai alat, mulai dari termometer, panci penguapan, campbell stokes, hingga penakar hujan OBS.
“Sama seperti ketika adik-adik sedang sakit, dokter akan memeriksa panas tubuh menggunakan alat bernama termometer. Tapi, termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh dan udara berbeda, ya,” jelas Devika di Jakarta (18/6).
Setelah mengunjungi Taman Alat Meteorologi, rombongan melanjutkan kegiatan ke Museum Geofisika. Di lokasi ini, tersimpan alat-alat pencatat gempa bumi bernama seismograf yang digunakan BMKG terjadul hingga terkini.
“Saat gempa terjadi, alat bernama seismograf ini akan mengukur seberapa besar gempanya,” ujar Wahyu, Humas BMKG.
Tidak berhenti pada pengenalan alat, adik-adik Tanah Air Daycare mencoba merasakan pengalaman edukatif melalui simulasi gempa bumi. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kondisi yang dapat terjadi saat gempa bumi berlangsung dan bagaimana harus melindungi diri.
Pada sesi terakhir, peserta mengikuti pemaparan materi di Ruang Media Center BMKG. Fahim dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG menjelaskan dan mengajak adik-adik bermain untuk mengerti proses terbentuknya hujan dan berbagai fenomena cuaca yang terjadi di atmosfer.
“Hujan awalnya datang dari matahari yang menyinari laut, setelah itu menjadi awan, lalu hujan turun,” jelas Fahim.
Sementara itu, Syifa dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan tentang gempa bumi dan tsunami serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi bencana.
“Kalau merasa tanah bergetar, adik-adik harus berlindung dari benda yang jatuh kemudian pergi ke tempat terbuka,” jelas Kak Syifa.
(ARK)