
Kembali ke Berita
BMKG Terima Courtesy Visit Duta Besar Prancis, Perkuat Kerja Sama Strategis Meteorologi dan Manajemen Risiko
23 December 2025
Rd Gina Ginanti
Berita

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima courtesy visit Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, H.E Fabien Penone, beserta delegasi, pada Senin (22/12), bertempat di Kantor Pusat BMKG Jakarta. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penguatan kerja sama Prancis–Indonesia di bidang meteorologi, klimatologi, dan manajemen risiko yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Sejalan dengan prioritas kerja dalam Deklarasi Horizon 2050 yang disepakati pada 28 Mei 2025 di Jakarta oleh Presiden Republik Prancis dan Presiden Republik Indonesia, pertemuan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih strategis dan terstruktur ke depan.
Sebelum pertemuan resmi, Duta Besar Fabien Penone beserta rombongan meninjau Command Center BMKG yang mencakup sistem Meteorological Early Warning System (MEWS) dan Climate Early Warning System (CEWS) di Gedung D Lantai 6. Pada kesempatan tersebut, delegasi memperoleh paparan singkat mengenai kondisi cuaca dan iklim terkini di Indonesia.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BMKG Guswanto, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BMKG Pusat. Sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya penguatan prakiraan cuaca darat melalui proyek Scaling Up Strengthening (SUS) yang didanai oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prancis, serta pengembangan layanan meteorologi maritim melalui proyek Maritime Meteorological System (MMS). Fase pertama proyek MMS (MMS-1) telah didanai oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prancis, sementara fase kedua (MMS-2) saat ini tengah dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari Badan Pembangunan Prancis (AFD).
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang penjajakan kerja sama strategis baru, khususnya melalui proyek SAMUDRA yang diusulkan oleh Lembaga Riset Prancis untuk Pembangunan (IRD), sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan sains dan data kelautan dalam mendukung sistem peringatan dini dan manajemen risiko.





