
Kembali ke Berita
DIY Masuki Puncak Musim Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan
15 January 2026
Kholis Nur Cahyo
Berita

Yogyakarta, 13 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah DIY selama sepekan ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam agenda Rapat Koordinasi dan Konferensi Pers Bersama BPBD, awak media, dan stakeholder terkait.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DIY dipicu oleh kondisi atmosfer regional dan lokal yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Secara global, fenomena ENSO dan IOD berada pada kondisi netral sehingga tidak menjadi pemicu utama peningkatan hujan. Namun, faktor regional dan lokal seperti suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta adanya pola konvergensi di sepanjang Pulau Jawa masih mendukung terjadinya hujan di wilayah DIY,” jelasnya.
BMKG mencatat suhu muka laut di perairan selatan Jawa dan Laut Jawa berkisar antara 28–29 derajat Celsius. Kondisi ini menyediakan suplai uap air yang cukup signifikan untuk pembentukan awan hujan. Selain itu, kelembapan udara pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer tergolong basah.
“Hasil prediksi kami menunjukkan bahwa pada hari ini, 13 Januari 2026, intensitas hujan diprediksi dapat mencapai kategori Lebat dengan curah hujan antara 50 hingga 100 milimeter per hari, khususnya di wilayah Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Sementara untuk tanggal 14 hingga 15 Januari, intensitas hujan diprakirakan sedikit menurun ke kategori sedang, namun tetap perlu diwaspadai,” tambahnya.
Periode Puncak Musim Hujan, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut tidak terlepas dari fase puncak musim hujan yang saat ini sedang berlangsung di wilayah DIY.
“Berdasarkan analisis klimatologis, wilayah DIY saat ini berada pada periode puncak musim hujan 2025/2026 yang umumnya terjadi pada Januari hingga Februari. Pada fase ini, potensi kejadian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi memang cenderung meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun ENSO dan IOD diprediksi menuju kondisi netral hingga pertengahan 2026, curah hujan pada periode puncak musim hujan masih berpotensi tinggi.
“Curah hujan bulanan pada Januari 2026 di wilayah DIY diperkirakan berada pada kategori normal hingga atas normal. Oleh karena itu, risiko bencana hidrometeorologi masih perlu diantisipasi,” ujarnya.
Koordinator BMKG DIY, Ardhianto Septiadhi mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta secara aktif memantau informasi cuaca dan iklim terkini melalui kanal resmi BMKG. Langkah mitigasi dini di lingkungan masing-masing sangat penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem,” tegas Ardhianto.
BMKG DIY akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi cuaca dan iklim sesuai perkembangan kondisi atmosfer terbaru.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Daerah Istimewa Yogyakarta

