Kulon Progo, 3 Agustus 2026 – Komitmen membangun generasi muda yang kompeten sekaligus tangguh menghadapi bencana terus diwujudkan Stasiun Geofisika Sleman BMKG. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SMKN 1 Temon yang dirangkaikan dengan serah terima siswa magang dan kegiatan BMKG Goes to School, Senin (3/8).
Sebanyak 64 peserta yang terdiri atas 60 siswa dan 4 guru pendamping mengikuti kegiatan yang menggabungkan kerja sama pendidikan dengan edukasi kebencanaan. Selain menjadi awal pelaksanaan program magang, kegiatan ini juga memberikan bekal pengetahuan mengenai gempa bumi, tsunami, mitigasi bencana, serta informasi penerimaan taruna melalui STMKG.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah strategis BMKG dalam membangun masyarakat yang semakin sadar terhadap risiko bencana.
“Sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman melalui program magang, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pengetahuan mitigasi kepada keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya,” kata Ardhianto.
Setelah penandatanganan PKS dan serah terima siswa magang, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kebencanaan, pre-test dan post-test, serta evaluasi simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui sinergi ini, Stasiun Geofisika Sleman berharap hubungan baik dengan SMKN 1 Temon terus berkembang dan melahirkan berbagai kolaborasi yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Humas BMKG DIY