Kembali ke Berita Daerah

Kalurahan Karangwuni Paparkan 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagai Tahapan Menuju Pengakuan Nasional

23 January 2026

Kholis Nur Cahyo

Berita Daerah

Kalurahan Karangwuni Paparkan 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagai Tahapan Menuju Pengakuan Nasional

Kulon Progo, 21 Januari 2026 – Kalurahan Karangwuni, Kabupaten Kulon Progo, melaksanakan kegiatan Pemaparan 12 Indikator Tsunami Ready Community (TRC) sebagai bagian dari tahapan pengajuan Kalurahan Karangwuni sebagai Desa Tsunami Ready Community (Desa Siaga Tsunami) tingkat nasional.

Kegiatan ini merupakan hasil pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kulon Progo, dalam rangka penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami. Kalurahan Karangwuni juga telah mengikuti Sekolah Lapang Geofisika (SLG) yang diselenggarakan BMKG pada tahun 2021 dan 2025 sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat berbasis edukasi kebencanaan.

Pemaparan dilaksanakan secara hybrid dan dibuka oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Ardhianto Septiadi, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo, Setyawan Tri Widada, yang hadir langsung di Kalurahan Karangwuni. Materi pemaparan disampaikan oleh Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Ontoseno Karangwuni, Sunardi, yang menjelaskan pemenuhan 12 indikator Tsunami Ready Community secara sistematis.

Dalam sambutannya, Ardhianto Septiadi menegaskan bahwa program Tsunami Ready Community merupakan bagian dari upaya BMKG dalam mendorong pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

“BMKG tidak hanya berperan dalam penyediaan informasi dan peringatan dini, tetapi juga mendorong kesiapan masyarakat agar mampu memahami risiko dan melakukan tindakan yang tepat saat terjadi tsunami. Kalurahan Karangwuni menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kesiapsiagaan tersebut,” ujar Ardhianto.

Sementara itu, Setyawan Tri Widada menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat Kalurahan Karangwuni dalam upaya pengurangan risiko bencana tsunami.

“Langkah-langkah yang dilakukan Kalurahan Karangwuni diharapkan dapat menjadi contoh bagi kalurahan pesisir lainnya di Kabupaten Kulon Progo dalam membangun ketangguhan wilayah terhadap ancaman tsunami,” katanya.

Hasil evaluasi pemaparan disampaikan oleh Ketua Tim Mitigasi Samudera Hindia dan Pasifik, Suci Dewi Anugrah. Ia menyampaikan bahwa materi yang dipaparkan dinilai komprehensif, jelas, dan telah memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan.

“Secara keseluruhan, Kalurahan Karangwuni telah memenuhi 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagaimana ditetapkan oleh UNESCO IOC, sehingga selanjutnya dapat dilanjutkan dengan persiapan pengajuan ke tingkat internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar kalurahan-kalurahan di wilayah pesisir Kulon Progo dapat mengikuti praktik baik yang telah dilakukan oleh Kalurahan Karangwuni dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi tsunami.

Melalui program Tsunami Ready Community, BMKG bersama para pemangku kepentingan terus berupaya mendorong terbentuknya masyarakat pesisir yang siap, tangguh, dan responsif dalam menghadapi potensi tsunami, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Humas BMKG DIY

Berita Daerah Lainnya

Kalurahan Karangwuni Paparkan 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagai Tahapan Menuju Pengakuan Nasional

Kalurahan Karangwuni Paparkan 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagai Tahapan Menuju Pengakuan Nasional

DIY Masuki Puncak Musim Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

DIY Masuki Puncak Musim Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Akselerasi Kinerja dan Inovasi, BMKG Sleman Luncurkan Program “Stasiun Geofisika Mengajar” Bersama 8 Universitas

Akselerasi Kinerja dan Inovasi, BMKG Sleman Luncurkan Program “Stasiun Geofisika Mengajar” Bersama 8 Universitas