Kembali ke Berita

BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

Muhammad Yusril Ihza

Berita

BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

Jakarta, 6 Maret 2026– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menggelar Workshop Distributed Acoustic Sensing (DAS) di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (06/04/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kerja sama strategis proyek pemantauan kabel bawah laut (Submarine Cable) antara BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Prancis.

Direktur Data dan Komputasi BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik mengenai analisis data DAS, khususnya guna mempercepat deteksi dini gempa bumi dan tsunami.

“Saya mendorong para peserta untuk tidak hanya menyerap pengetahuan dari para ahli, tetapi juga untuk secara kritis mengevaluasi penerapannya dalam konteks nasional kita. Workshop ini menandai langkah maju yang penting dalam mengembangkan layanan geofisika kita dan memperkuat sistem pemantauan ekonomi kita,” ucap Bambang

Ia menegaskan bahwa teknologi ini sangat relevan bagi Indonesia. Saat ini, jaringan sistem pemantauan gempa bumi BMKG sebagian besar berbasis di darat, sementara banyak pusat gempa berada di area lepas pantai. Kondisi ini menciptakan kesenjangan kritis (critical gap) yang diharapkan dapat diatasi melalui teknologi sensor kabel bawah laut.

Lebih lanjut, Alexandre Jeandat, Business Developer Asia-Pacific di FEBUS Optics menjelaskan solusi pemantauan real-time yang terdistribusi secara luas, dengan mengambil contoh proses operasional teknologi yang telah diimplementasikan di Prancis Selatan.

“Kantor kepala kami ada di Prancis Selatan, jadi produksi dan pemantauan kami di sana,” ucap Alex saat menjelaskan latar belakang operasional mereka kepada para peserta.

Melengkapi hal tersebut, Prof. Jean-Philippe Métaxian, peneliti dan ahli geofisika memaparkan kebaruan teknologi sensor optik yang tengah dikembangkan. Ia menekankan bahwa langkah eksploratif ini krusial untuk mengukur efektivitas pemantauan bawah laut.

“Proyek kami bertujuan untuk melihat dan memaksimalkan potensi dari penginderaan optik tersebut,” ungkap Jean-Philippe di hadapan para peserta.

Workshop yang berlangsung interaktif ini juga diisi dengan pengenalan teknologi Distributed Fiber Optic Sensing (DFOS) oleh Roxane Chauvet. Ia secara khusus memotivasi para personel BMKG untuk tidak ragu mengeksplorasi teknologi baru ini.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan teoretis, tetapi juga terlibat langsung dalam demonstrasi praktis pengoperasian perangkat FEBUS A1 dan simulasi menggunakan perangkat lunak Folog.

Melalui workshop intensif ini, BMKG berharap dapat meningkatkan kapabilitas teknis personelnya dalam mengimplementasikan teknologi sensor kabel bawah laut secara mandiri. Pemanfaatan inovasi mutakhir ini diharapkan mampu menghadirkan sistem mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami yang jauh lebih cepat, akurat, dan efektif di masa depan.

Berita Lainnya

BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

BMKG Perkuat Monitoring Geofisika Melalui Teknologi DAS Hasil Kolaborasi Internasional dengan Prancis

Baca selengkapnya
Terima Kunjungan CTBTO, Stasiun Geofisika Bandung Perkuat Kerja Sama Pemantauan Global

Terima Kunjungan CTBTO, Stasiun Geofisika Bandung Perkuat Kerja Sama Pemantauan Global

Baca selengkapnya
Antisipasi Kemarau, Komisi A DPRD DIY Tinjau Kesiapan BMKG Yogyakarta

Antisipasi Kemarau, Komisi A DPRD DIY Tinjau Kesiapan BMKG Yogyakarta

Baca selengkapnya