
Kembali ke Berita
Apel Nasional Karhutla di Riau, BMKG Paparkan Potensi Cuaca pada 2026
05 March 2026
Linda
Berita

Jakarta, 4 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat BMKG, Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi antarinstansi dalam menjaga keselamatan masyarakat selama mobilitas mudik dan arus balik Idulfitri.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa pada periode libur Hari Raya Idulfitri 2026 kondisi cuaca secara umum diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia. Namun demikian, terdapat potensi hujan lebat di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, serta Papua Pegunungan.
“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas terutama selama periode Angkutan Lebaran 2026,” ujar Andri.
Ia menjelaskan bahwa BMKG juga menyiapkan langkah mitigasi melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan secara situasional dan berbasis kebutuhan. Langkah ini bertujuan untuk membantu menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya pada kawasan dengan mobilitas masyarakat tinggi selama masa mudik.
“Diseminasi informasi cuaca untuk sektor transportasi diharapkan dapat mendukung keselamatan transportasi dan mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem di sektor transportasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa BMKG juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, operator transportasi, serta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Informasi tersebut mencakup prakiraan cuaca, peringatan dini, serta potensi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan langkah antisipasi.
“BMKG menghimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.
Turut hadir Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, Plh. Direktur Meteorologi Publik Ida Pramuwardhani, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Edison Kurniawan, perwakilan Kementerian Perhubungan, antara lain Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, serta Pelaksana Tugas Direktur Prasarana Perkeretaapian, Catur Wicaksono. Dari pihak operator, PT KAI (Persero) diwakili oleh Direktur Sarana dan Prasarana, Heru Kuswanto.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, dengan periode Posko Terpadu pada tanggal yang sama. Beberapa momentum penting dalam periode tersebut antara lain Cuti Bersama Hari Suci Nyepi pada 18 Maret, Hari Suci Nyepi pada 19 Maret, serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026.
Selain itu, program Angkutan Motor Gratis (Motis) akan dilaksanakan pada 13–19 Maret 2026 untuk arus mudik dan 24–30 Maret 2026 untuk arus balik. Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026 guna membantu mengurai kepadatan pergerakan masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca saat ini tengah dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah pada 4–9 Maret 2026 sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi curah hujan tinggi. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama PT KAI (Persero) akan menyusun dan menyampaikan data daerah rawan di sepanjang jalur transportasi untuk disinkronkan dengan wilayah yang berpotensi menjadi prioritas pelaksanaan OMC.
Koordinasi lanjutan antara BMKG, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan PT KAI (Persero) dijadwalkan kembali dilaksanakan pada 9 Maret 2026 guna mematangkan langkah mitigasi serta memastikan kesiapan operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran.
Melalui rapat ini, BMKG bersama kementerian/lembaga dan operator transportasi menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi, pertukaran data, serta langkah mitigasi berbasis informasi cuaca guna mendukung kelancaran dan keselamatan Angkutan Lebaran 2026.



