
Kembali ke Berita
Akselerasi Kinerja dan Inovasi, BMKG Sleman Luncurkan Program “Stasiun Geofisika Mengajar” Bersama 8 Universitas
07 January 2026
Kholis Nur Cahyo
Berita

Sleman, 7 Januari 2026 – Dalam upaya mempercepat capaian kinerja dan mendorong inovasi layanan publik, BMKG Stasiun Geofisika Sleman resmi memulai program magang bertajuk “Stasiun Geofisika Mengajar”. Sebanyak 16 mahasiswa terpilih dari 8 universitas ternama di Indonesia akan terlibat langsung dalam berbagai proyek strategis di lingkungan Stasiun Geofisika Sleman.
Kedelapan universitas yang berpartisipasi dalam periode ini meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Negeri Semarang (UNNES), UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran Yogyakarta, dan Universitas Terbuka Semarang.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, membuka secara resmi kegiatan ini dengan menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi. Dalam sambutannya, ia berpesan agar para mahasiswa tidak hanya fokus pada penerapan ilmu teori, tetapi juga menjunjung tinggi etika kerja.
“Mahasiswa dituntut untuk mampu menerapkan ilmu kuliah dalam dunia kerja nyata serta mendukung program kantor yang telah disiapkan. Kami menekankan pentingnya attitude dan kedisiplinan dalam bersosialisasi maupun bekerja,” ujar Ardhianto.
Senada dengan hal tersebut, Nugroho Budi Wibowo selaku Koordinator Stasiun Geofisika Mengajar, menjelaskan bahwa program ini dirancang berbasis luaran (output). Mahasiswa bertanggung jawab menyelesaikan tema proyek tertentu yang akan menghasilkan produk nyata, mulai dari pengembangan hardware dan software, literasi berupa buku atau majalah, hingga kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal.
Kegiatan magang diawali dengan proses pendaftaran secara online dilanjutkan dengan seleksi wawancara yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 dan kegiatan magang sendiri dimulai pada tanggal 5 Januari 2025. Jangka waktu kegiatan magang setiap kampus bervariasi antara 1 bulan hingga 5 bulan, sehingga target produk tema dan penilaian kegiatan magang dapat disesuaikan.
Pada tanggal 6 Januari 2026, seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif melalui program “Stasiun Geofisika Mengajar”. Rangkaian acara dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Profil dan Layanan Stasiun Geofisika Sleman, Mekanisme Diseminasi Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami, Pemetaan Potensi Bencana di Wilayah Jawa Tengah dan DIY, dan Program Tsunami Ready Community serta Simulasi Evakuasi Mandiri. Berdasarkan hasil post-test di akhir sesi, terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai informasi geofisika dan mitigasi bencana.
Stasiun Geofisika Sleman kini juga membuka layanan bimbingan tugas akhir bagi mahasiswa sarjana maupun pascasarjana. Hal ini didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah memiliki kualifikasi sebagai pembimbing akademis. Kegiatan Magang dan Bimbingan Tugas Akhir ini dilaksanakan dalam dua periode setiap tahunnya, yakni periode Januari–Mei dan Juli–November, sebagai wujud komitmen BMKG dalam mencetak generasi unggul di bidang geofisika.
Humas BMKG DIY





