Penutupan SLI 3 KKN Tematik Karanganyar

  • Petugas Web
  • 17 Okt 2016
Penutupan SLI 3 KKN Tematik Karanganyar

Pemanfaatan unsur iklim sebagai acuan dalam perawatan tanaman di tingkat petani masih sangat kurang, padahal unsur iklim merupakan faktor penting dalam menentukan tindakan perawatan tanaman. BMKG menciptakan sebuah metode pembelajaran Sekolah Lapang Iklim untuk meningkatkan kemampuan petani dalam pemanfaatan data iklim yang mampu meningkatkan hasil tanaman melalui pemantauan cuaca lokal dan penentukan tindakan perawatan setelah evaluasi pengamatan agroekosistem yang diperoleh setiap sepuluh hari (per dasarian). Sekolah Lapang Iklim Tahap III dilaksanakan di Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dengan komoditas jagung varietas P-35.

Disamping perawatan yang intensif dari hasil evaluasi per dasarian, Penerapan konsep Sekolah Lapang Iklim Tahap III yang dilaksanakan oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)Tingkat I kali ini juga berkerjasama dengan Universitas Sebelas Maret dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata), sehingga dalam penerapan di lapangan, konsep budidaya yang diterapkan digandengkan dengan penelitian, sehingga terdapat beberapa perlakuan pupuk yang bertujuan untuk mengetahui dosis dan kombinasi pupuk yang tepat di lahan Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo yang diimplementasikan Sekolah Lapang Iklim terhadap hasil, kadar lengas, pertumbuhan tanaman jagung hibrida varietas P35.
Hasil akhir dari SLI ini adalah:

  1. Hasil produksi petani mengalami peningkatan 10%, akan tetapi bila dibandingkan dengan produksi maksimal label bibit jagung pionir masih dibawah 10%.
  2. Kegiatan SLI 3 KKN tematik dengan menerapkan budidaya TANPA PESTISIDA dengan menggunakan 2 lahan yang berbeda antara lahan yang diberikan perlakuan konsep SLI dan tidak menggunakan konsep SLI, ternyata hasilnya dapat meningkat 10% daripada yang tidak menggunakan konsep SLI (didapatkan hasil 10,7 ton tongkol basah per hektar atau 7,6 ton pipilan kering).
  3. Hasil sementara perlakuan T3 (50% 0rganik, 50% kimia) menyamai hasil T5 (100% kimia)
  4. Keuntungan dalam SLI 3 KKN tematik bisa memilih teknik budidaya yang ramah lingkungan karena menggunakan pupuk organic dan mengurangi penggunaan pupuk anorganic, olah tanah sederhana dan tanpa pestisida sehingga emisi gas rumah kaca bisa dikurangi
  5. Dari segi biaya lebih ekonomis karena penggunaan pupuk kimia berkurang dan tanpa pestisida
  6. Dari segi kualitas produksi juga lebih baik karena tanpa pestisida dan mengurangi penggunaan pupuk kimia

Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng dalam sambutannya menyampaikan bahwa SLI tahap 3 KKN Tematik ini merupakan yang pertama di Indonesia bahkan pertama di dunia yang bekerjasama dengan perguruan tinggi. KBMKG juga menyatakan ada lima pilar yang bisa diajak untuk meningkatkan kemelek hurufan berkaitan dengan iklim. Lima pilar tersebut adalah Pemerintah, Perusahaan Swasta, Masyarakat, Perguruan Tinggi dan Media.

Acara penutupan SLI di Karanganyar ini juga dihadiri oleh Bupati Karang Anyar serta Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Gempabumi Terkini

  • 09 Jul 2020, 23:08 WIB
  • 5.2
  • 321 km
  • 6.74 LS - 128.88 BT
  • 198 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers