Pasang 5 Digital Seismograf, BMKG Deteksi Aktifitas Gempa Banjarnegara Semakin Berkurang

  • Murni Kemala Dewi
  • 23 Apr 2018
Pasang 5 Digital Seismograf, BMKG Deteksi Aktifitas Gempa Banjarnegara Semakin Berkurang

Banjarnegara, 21 April 2018 / Peristiwa longsor Banjarnegara tahun 2014 masih belum terlupakan, namun pada 18 April 2018 masyarakat Banjarnegara kembali diguncang duka. Gempabumi berkekuatan 4.4 Skala Ritcher dengan kedalaman 4 km menghantam desa Kalibening, Banjarnegara, meninggalkan kembali torehan duka mendalam, bukan saja bagi Banjarnegara namun juga Indonesia.

BMKG merilis informasi bahwa gempa terjadi pada jam 13.28 WIB dengan lokasi di 18.9 km sebelah utara Banjarnegara dengan pusat gempa berada di darat. Gempa ini disebabkan oleh aktifitas sesar lokal yang belum teridentifikasi yang berkisar disekitar sesar Kalibening - Wanayasa. Dari hasil permodelan tingkat guncangan gempabumi (shakemap), gempabumi ini dirasakan sekitar II-III SIG atau III-V MMI di wilayah Kalibening dan sekitarnya.

Untuk meningkatkan informasi dan mendukung proses tanggap darurat, BMKG segera turun ke lapangan dengan memasang 5 Portabel Digital Seismograf di episentrum / pusat gempa. BMKG juga membuka posko informasi gempa Banjarnegara di Kecamatan Kalibening untuk memberikan informasi ter-update terkait gempa dan cuaca bagi BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah, Relawan dan masyarakat demi kelancaran proses tanggap darurat.

"Untuk memperkuat monitoring gempa susulan, maka pada hari Kamis 19 April 2018 tim survei dari Tim BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara telah memasang satu unit portable digital seismograf yang kemudian diperkuat dengan tim survei dari BMKG Stasiun Geofisika Yogyakarta yang juga memasang 1 unit portable digital seismograf. Selanjutnya pada hari Jumat 20 April 2018 tim survei gempa dari BMKG pusat Jakarta juga bergabung dengan memasang tambahan 3 portable digital seismograf, karena semakin banyak sensor seismik yang dioperasikan akan semakin meningkatkan akurasi parameter gempa susulan" terang Kepala BMKG, Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D pada awak media di lokasi gempabumi Banjarnegara.

Kedatangan Kepala BMKG ke lokasi gempa didampingi oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik dan Tanda Waktu, Dr. Jaya Murjaya, M.Si bersama KUPT wilayah Banjarnegara, Yogyakarta dan Semarang. Kepala BMKG turun langsung untuk memonitor secara langsung pengamatan gempa susulan yang terjadi di pusat gempa. Kepala BMKG juga sempat bertemu dengan Bupati Banjarnegara, Bapak Budhi Sarwono di kantor Bupati Banjarnegara, sebelum kemudian pertemuan tersebut dilanjutkan di lokasi gempabumi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Banjarnegara mengharapkan BMKG bisa memberikan informasi terkait daerah mana saja di lokasi gempabumi yang aman untuk dilakukan proses pembersihan puing-puing. Selain itu beliau juga mengharapkan BMKG bisa memberikan rekomendasi mengenai kapan masyarakat yang tertimpa bencana bisa kembali ke rumah. Karena saat ini masyarakat di lokasi gempabumi masih belum berani untuk kembali ke rumah karena masih adanya gempa susulan.

Menanggapi hal ini, Kepala BMKG menyatakan bahwa gempa susulan memang masih terjadi, namun intensitasnya dipantau semakin berkurang dengan kekuatan yang semakin melemah. Namun BMKG akan terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), masyarakat, dan media. Berdasarkan data terakhir BMKG pada jam 13.00 WIB tgl 22 April 2018, telah teranalisa sebanyak 13 gempa susulan dengan magnitude terbesar 3.4 SR dan terkecil 1.7 SR. Gempa susulan sebesar 3.4 SR terjadi pada Sabtu jam 18.19 WIB dengan kedalaman 1 Km. Terasa cukup kuat di lokasi pusat gempa di Desa Kalibening.

Gempabumi Terkini

  • 13 Agustus 2022, 07:18:33 WIB
  • 5.2
  • 10 km
  • 11.49 LS - 119.70 BT
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers