Dukung Keselamatan Penerbangan, BMKG Gelar Sekolah Lapang untuk Penyelenggara Penerbangan di Yogyakarta

  • Hatif Thirafi
  • 24 Okt 2021
Dukung Keselamatan Penerbangan, BMKG Gelar Sekolah Lapang untuk Penyelenggara Penerbangan di Yogyakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari Rencana Induk BMKG Tahun 2015-2045 mengenai Pelayanan Meteorologi Penerbangan (Aviation Meteorological Service) untuk memberi bekal pengetahuan mengenai cuaca di area bandar udara saat pesawat hendak terbang (take off) dan mendarat (landing).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pelayanan meterologi penerbangan merupakan salah satu bagian untuk mendukung keselamatan penerbangan. Untuk itu, kata dia, seiring peningkatan jumlah penerbangan dan berkembangnya teknologi informasi mendorong BMKG memberikan layanan sesuai end user.

"Integrasi informasi meteorologi penerbangan dalam sistem navigasi udara menuntut BMKG untuk menghasilkan informasi yang lebih cepat dan mudah, lengkap, akurat, dan terintegrasi," kata Dwikorita saat membuka SLMP di Hotel Tara, DIY, Jumat, 22 Oktober 2021.

Dwikorita mengatakan untuk mendukung kualitas pelayanan informasi meteorologi penerbangan, BMKG mengimplementasikan Quality Management System (QMS) di 34 Stasiun Meteorologi Penerbangan. Upaya ini tak lain untuk menangkap dampak fenomena perubahan iklim yang mendorong peningkatan cuaca ekstrem dan bencana.

"Dalam dunia penerbangan, kejadian cuaca ekstrem dapat mengurangi visibility saat take off dan landing, pertumbuhan awam Cumulonimbus yang dapat menimbulkan windshear dan microburst serta gusty," ujar dia.

Pada kesempatan ini, Dwikorita juga mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihat terkait mewaspadai dampak La Lina pada dasarian I Oktober 2021. "Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata dia.

Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Edison Kurniawan, berharap para peserta SLMP diharapkan dapat memahami informasi meteorologi penerbangan BMKG sehingga dapat memberikan informasi cuaca untuk keperluan take-off dan landing di bandar udara yang tidak memiliki unit stasiun meteorologi BMKG, namun telah dipasang Automated Weather Observing System (AWOS).

"Hal ini tentu secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi anggaran untuk pembangunan kantor BMKG dan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi," ucap Edison.

Edison mengatakan peningkatan layanan informasi meteorologi penerbangan yang dilakukan BMKG dalam rangka mendukung program pemerintah terkait peningkatan keselamatan dalam penerbangan yaitu dengan meningkatkan kepatuhan terhadap standar penerbangan sipil internasional. Berdasarkan hasil penilaian International Civil Aviation Organization (ICAO) Indonesia berhasil meningkatkan standar keselamatan penerbangan internasional.

Selain pelatihan, BMKG juga melaksanakan moderenisasi peralatan observasi untuk kelengkapan sistem peringatan dini meteorologi penerbangan, seperti pembangunan peralatan Automated Weather Observing System (AWOS), Low Level Windshear Alert System (LLWAS), Lidar Aerosol (3 Dimensi), Windshear Detector (Radar Windshear & Lidar Windshear), Terminal Doppler Weather Radar (TDWR) dan Windprofiler. Untuk Bandar Udara Internasional Yogyakarta pada tahun anggaran 2021 akan dipasang Terminal Doppler Weather Radar (TDWR) dan pada tahun anggaran 2022 akan ada implementasi serfifikasi ISO 9001:2015 dan pembangunan Lidar Aerosol (3 Dimensi) untuk mendeteksi abu vulkanik.

Gelaran SLMP ini turut dihadiri Komandan Lapangan Udara Adi Sutjipto Marsekal Pertama TNI M Yani Amirullah, anggota DPR Dapil DIY Sukamto, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta dan General Manager Airnav Indonesia Cabang Yogyakarta.

Bambang Widhyo Sadmo mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, menurut Kementerian Perhubungan bandara akan terus bertambah. Saat ini terdapat 296 bandara di seluruh wilayah Indonesia sementara stasiun BMKG sangat terbatas.

Untuk itu, ia mengatakan Gubernur DIY sangat mengapresiasi upaya BMKG menguatkan meteorologi penerbangan lewat kegiatan SLMP. Menurut dia, upaya BMKG tersebut dapat meningkatkan kapasitas peserta terkait info meteorologi untuk keselamatan, keteraturan, dan efisiensi dalam dunia penerbangan.

Sementara itu, anggota DPR RI, Sukamto, mengatakan keselamatan penerbangan adalah hal yang utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara.

Dunia penerbangan Indonesia, kata dia, termasuk salah satu terentan di dunia. Maka, setiap hal untuk menguatkan keselamatan penerbangan seperti kegiatan SLMP BMKG harus didukung.

"Tepat sekali BMKG melaksanakan sekolah seperti ini. Tujuannya menyelamatkan bagaimana ke depan penerbangan ke depan lebih terjamin," kata dia.

"Kami minta BMKG yang terkait penerbangan berilah kepastian kenyamanan para pengguna penerbangan. Kita tidak bisa lagi mengandalkan darat yang bisa lokal Jawa saja. Ke Makassar atau Bali kita masih pakai penerbangan. Ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat,"(*)

Gempabumi Terkini

  • 29 November 2021, 16:07:49 WIB
  • 4.7
  • 10 km
  • 2.28 LS - 104.14 BT
  • Pusat gempa berada di darat 54 km Timur Laut Musi Banyuasin
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Jambi, III-IV Musi Banyuasin
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 54 km Timur Laut Musi Banyuasin
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Jambi, III-IV Musi Banyuasin
  • Selengkapnya →

Siaran Pers