BMKG Gandeng Pemerintah Blitar Kuatkan Sosialisasi Bencana dan Tangkal Isu Liar

  • Hatif Thirafi
  • 09 Jun 2021
BMKG Gandeng Pemerintah Blitar Kuatkan Sosialisasi Bencana dan Tangkal Isu Liar

Dalam rangkaian kunjungan Kepala BMKG Dwikorita pekan ini, juga dilakukan pertemuan dengan Bupati Blitar Rini Syarifah pada Selasa (8/6) di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, Kab. Blitar. Rini dan Dwikorita membahas tentang potensi, risiko dan mitigasi bencana di kawasan Pantai Selatan Jawa, termasuk Blitar.

Bupati Rini mengatakan akan melaksanakan instruksi dari pusat terkait dengan mitigasi bencana, termasuk menyiapkan jalur evakuasi di wilayah yang sudah dinyatakan terdampak.

"Jadi, saat ini yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat. Jika nantinya terjadi gempa, warga tidak lagi panik melainkan langsung menuju ke titik evakuasi," kata dia.

Di Blitar sendiri memiliki tiga kawasan pantai yang rentan terkena gempa dan tsunami yaitu Tambakrejo, Serang dan Jolosutro. Atas hal itu, Rini mengatakan perlu ada jalur evakuasi terpadu sehingga masyarakat mendapatkan mitigasi bencana terbaik.

Setali tiga uang, Dwikorita turut mengunjungi Wali Kota Blitar, Santoso, di Rumah Dinasnya di Kota Blitar. Setelah mendapat penjelasan dari Dwikorita, segera Santoso menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan mitigasi bencana bersama masyarakat. Dia meminta masyarakat diberi pengetahuan sebagai bekal menghadapi bencana.

"BMKG memastikan Kota Blitar tidak mungkin terjangkau tsunami. Potensi bencana yang mungkin terjadi adalah gempabumi. Dampak gempa inilah yang kita antisipasi. Gempa di kisaran M=7 biasanya pasti akan berdampak pada bangunan-bangunan. Makanya kita berharap OPD siap melakukan pembekalan kepada masyarakat. Andaikan benar-benar terjadi, dampak gempa bisa segera diantisipasi oleh masyarakat," ujar Santoso.

Selain menjelaskan mengenai mitigasi kegempaan dan tsunami, Dwikorita juga meluruskan mengenai isu tsunami setinggi 23 meter di Kabupaten Trenggalek dan Pacitan. Menurut dia, prediksi itu muncul bentuk pantai di dua kabupaten itu.

"Kenapa di Trenggalek bisa sampai 29 meter, dan juga Pacitan, karena bentuknya teluk. Kalau teluk itu kan gelombang tsunami datangnya beberapa kali. Gelombang yang pertama datang masuk teluk, mau keluar tidak bisa segera keluar, terjebak, kesusul gelombang berikutnya," terangnya.

Gempabumi Terkini

  • 14 Juni 2021, 21:02:34 WIB
  • 2.2
  • 12 km
  • 8.02 LS - 110.42 BT
  • Pusat gempa berada di darat 10km selatan Imogiri
  • Dirasakan (Skala MMI): II Saptosari
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 10km selatan Imogiri
  • Dirasakan (Skala MMI): II Saptosari
  • Selengkapnya →

Siaran Pers