
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pontianak, (26/3) – Stasiun Klimatologi Mempawah Kalimantan Barat melaksanakan Pembukaan Sekolah Lapang Iklim Tahap ll Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019.
Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari yaitu tanggal 26-28 Maret 2019. SLI kali ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari instansi-instansi terkait, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Sistem Operasi Manajemen Iklim dan Kualitas Udara BMKG (Evi Lutfiati, S.Si, MM) dengan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari berbagai lini, seperti TNI, Polri, internal UPT BMKG, Dinas terkait, dan beberapa media.
Harapan besar dilaksanakannya kegiatan ini adalah bersinergi, berkolaborasi dan meningkatkan pemahaman iklim untuk mewujudkan ketahanan pangan Kalimantan Barat, sesuai dengan tema kegiatan SLI kali ini.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.