Mengenal Gas Rumah Kaca (GRK), Penyebab Utama Pemanasan Global
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kembali ke Artikel
09 January 2023
Ibrahim
Artikel
Penulis:
Oleh :
Suwarto / NIP. 19760630.200604.1.005
Tri Deni Rachman / NIP. 198312262006041003
Muhajir Anshori / NIP.198706292009111001
Jawa Timur merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi karena lokasinya yang berada pada daerah pertemuan 2 lempeng besar dunia yaitu Lempeng Indo-Ausralia dan Eurasia. Sumber gempabumi di Jawa Timur bukan hanya berasal dari zona megathrust di Selatan Jawa namun juga beberapa sesar lokal yang tidak kalah berbahaya. Gempabumi merusak telah terjadi di Selatan Malang (10 April 2021) dan di Selatan Blitar (21 Mei 2021) dimana keduanya menimbulkan kerusakan cukup parah dan juga korban jiwa. Dalam periode bulan Oktober 2016 hingga November 2022 Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan berhasil mencatat sekitar ribuan event gempabumi yang terjadi di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Gempabumi merusak terkini terjadi dengan sumber berada di darat tepatnya berlokasi pada jarak 14 km arah timur laut Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Gempabumi dengan kekuatan magnitude 4.1 tersebut terjadi pada tanggal 23 November 2022 pukul 17.45.00. WIB dengan koordinat episenter -7.79 LS, 113.61 BT dan kedalamn 6 km (Sumber : PGR7).
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Belum cukup sebulan pasca gempa Poso magnitudo 5,7 Mw pada 24 Juli lalu yang menimbulkan banyak kerusakan, gempabumi signifikan kembali mengguncang wilayah Poso dan sekitarnya dengan magnitudo yang hampir sama yakni 6,0 (update 5,8 Mw).