Analisis Peningkatan Aktivitas Konvektif Pada Akhir Agustus Hingga Awal September 2020 di NTB

  • Hatif Thirafi
  • 04 Sep 2020

Penulis:

  • Nindya Kirana, S.Tr
  • Afriyas Ulfah, SST

Pada bulan September ini, masih teramati adanya hujan yang turun di wilayah NTB. Secara normalnya, pada bulan ini NTB tengah berada pada puncak musim kemarau sesuai dengan prakiraan musim kemarau yang dikeluarkan BMKG. Dalam prakiraan musimnya, BMKG menyebutkan bahwa musim kemarau yang terjadi pada tahun 2020 ini memang tidak akan sekering tahun sebelumnya dan normalnya. Wajar saja jika masih banyak hujan yang terjadi di periode musim ini. Diprakirakan pada bulan September ini, masih akan terdapat peluang curah hujan dalam kategori rendah melanda sebagian besar wilayah selatan Indonesia, termasuk NTB salah satunya. Saat ini pula teramati bahwa terdapat dua pusat tekanan rendah di belahan bumi utara. Kondisi ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini menimbulkan kerisauan dan kekhawatiran pada para pengguna informasi iklim dalam melaksanakan kegiatan kesehariannya. Oleh karena hal tersebut, Stasiun Klimatologi Lombok Barat membuat analisis parameter atau fenomena penyebab kondisi peningkatan konvektivitas di wilayah NTB yang terjadi beberapa waktu ini guna mempersiapkan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi kerugian yang dimungkinkan terjadi dari kondisi iklim saat ini.

- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Gempabumi Terkini

  • 19 Sep 2020, 20:25 WIB
  • 2.9
  • 6 km
  • 6.71 LS - 107.35 BT
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →