Analisis Klimatologis Kejadia Hujan Ekstrem di Kalimantan Barat Tanggal 14 Juli 2021

  • Rachmat Hidayat
  • 18 Jul 2021

Penulis:

  1. Firsta Zukhrufiana
  2. Joauharotul Khasanah
  3. Retno Nur Wulan Suci
  4. Retno Yuri Sartika

  • Kondisi dinamika atmosfer yang saling mendukung tersebut, berakibat pada terbentuknya kumpulan awan-awan tebal yang menyebabkan hujan sedang-lebat bahkan ekstrem diikuti angin kencang di Kalimantan Barat terutama wilayah pesisir barat.
  • Kondisi ini berdampak pada terjadinya hujan ekstrem yang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa, bahkan mencetak rekor baru pada historis kejadian ekstrem di pos hujan Anjungan dan Segedong dengan curah hujan sebesar 370 mm dan 260 mm per 24 jam. Kemudian, historis curah hujan maksimum bulan Juli rangking 1 (pertama) juga mendapatkan perbaruan kejadian pada tanggal 14 Juli 2021 di lokasi kabupaten: Sambas (Stasiun Meteorologi Paloh) dengan curah hujan 207 mm; Mempawah (pos hujan Segedong, Anjungan, Stasiun Klimatologi Mempawah) dengan curah hujan 260 mm, 370 mm, 194 mm; kota Pontianak (Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak) dengan curah hujan 115 mm; dan rangking 2 (kedua) terbaru pada lokasi kabupaten Kubu Raya (Stasikun Meteorologi Supadio) dengan curah hujan 162 mm per 24 jam.

- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Gempabumi Terkini

  • 19 September 2021, 06:38:52 WIB
  • 4.8
  • 42 km
  • 7.47 LS - 106.78 BT
  • Pusat gempa berada di laut 59 Km Tenggara Kab. Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Cisurupan, III Cikajang, III Ciamis, III Pangandaran, III Karangnunggal, III Ciherang, III Pangalengan, III Gardu, III Cihurip
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 59 Km Tenggara Kab. Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Cisurupan, III Cikajang, III Ciamis, III Pangandaran, III Karangnunggal, III Ciherang, III Pangalengan, III Gardu, III Cihurip
  • Selengkapnya →