Analisis Cuaca Terkait Kejadian Laka Laut Tenggelamnya Longboat di Perairan Sula pada Tanggal 21 Februari 2022

  • Rachmat Hidayat
  • 09 Mar 2022

Penulis:

  • Maulydia Andis Andini, S.Tr

Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer di atas, secara umum penyebab terjadinya insiden tenggelamnya longboat yang menewaskan 4 korban jiwa dan 1 korban hilang di Perairan Desa Wainin, Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula pada tanggal 21 Februari 2022 disebabkan oleh faktor global berupa perpindahan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat yang mempengaruhi aktifitas pembentukan awan konvektif Cumulonimbus di wilayah Indonesia Timur, La Nina lemah yang didukung oleh anomali dan suhu muka laut di perairan sekitar Kabupaten Kepulauan Sula dalam keadaan hangat, serta pengaruh dari pertemuan massa udara atau korvergensi yang signifikan di atas wilayah tersebut.

Pengaruh dari konvergensi ini menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara di wilayah tersebut. Dengan keadaan hangat dari muka laut maka mempermudah terjadinya penguapan. Kemudian secara vertikal terbentuk awan. Bersamaan dengan adanya pertemuan massa udara atau konvergensi di sekitar Kepulauan Sula terjadilah penumpukan massa udara di wilayah tersebut. Yang mana penumpukan massa udara yang berubah menjadi awan tersebut semakin jenuh, menjulang tinggi, serta meluas ini disebut sebagai awan Cumulonimbus.

Pada fase matang (mature stage), pada awan Cumulonimbus berlangsung adanya arus turun (downdraft) sehingga mampu menimbulkan angin kencang di permukaan. Diduga kuat penyebab angin yang menghantam longboat tersebut secara tiba-tiba dan kuat ditimbulkan oleh downburst dari awan Cumulonimbus. Selain itu, di dalam awan tersebut terjadi turbulensi serta pergolakan kristal-kristal es yang dapat menembus ke bagian tengah hingga bawah awan dan ketika jatuh ke bumi berubah menjadi hujan.

- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Gempabumi Terkini

  • 14 Agustus 2022, 18:40:05 WIB
  • 3.0
  • 5 km
  • 2.54 LS - 121.59 BT
  • Pusat gempa berada di darat 45 km timur laut Luwu Timur
  • Dirasakan (Skala MMI): II - III Mahalona
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 45 km timur laut Luwu Timur
  • Dirasakan (Skala MMI): II - III Mahalona
  • Selengkapnya →