Mulai Akhir Februari 2018, Waspada Potensi Karhutla
20 February 2018
Ayu Isrianti Putri
Siaran Pers
Jakarta, Senin (19/1/2018) – Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi salah satu ancaman bencana yang dapat mengakibatkan kerugian material yang cukup besar, karena itulah BMKG melakukan jumpa pers di depan para awak media terkait potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dikarenakan salah satunya terdapat curah hujan di bawah normal. Pada kesempatan kali ini Sekretaris Utama, Dr. Widada Sulistya, DEA didampingi oleh Pejabat Eselon I dan II di Bidang Meteorologi, mengatakan bahwa diperkirakan pada akhir Februari terdapat peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan khususnya di Sumatera bagian Utara dan Tengah serta wilayah Kalimantan Barat dan Tengah.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hingga akhir Februari 2018 curah hujan rendah berpeluang terjadi di Sumatera (Aceh sampai Sumatera Selatan bagian Utara), Kalimantan Timur dan Utara, Sulawesi Bagian Utara, Maluku Utara. Sedangkan sampai pertengahan Maret, curah hujan rendah berpeluang di Sumatera (Aceh bagian Utara, Sumatera bagian Utara dan Riau bagian Utara).
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Klimatologi, Herizal menambahkan, di wilayah Indonesia terdapat beberapa wilayah yang menunjukkan hampir 20 hari tidak ada hujan sehingga bepotensi Karhutla. “Daerah dengan wilayah kategori mudah hingga sangat mudah terbakar yaitu di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur”. tambahnya.
BMKG mencatat titik panas yang terpantau hingga pertengahan Februari 2018 tertinggi di Kalimantan Barat sebanyak 52 titik panas sementara di Riau terdapat 35 titik panas. Selain itu tercatat lima titik panas di Aceh, satu di Babel, lima di Kepulauan Riau, satu di Sumatra Selatan, lima di Sumatra Barat, dua dua titik panas di Bengkulu, tiga di Kalimantan Tengah, enam di Sulawesi Selatan, dan delapan di Sulawesi Tengah.
Disela-sela itu, Widada Sulistya mengharapkan dengan adanya informasi dari BMKG, koordinasi antar instansi seperti BPBD dan Pemda dapat ditingkatkan dan dapat mensosialisasikan informasi kepada masyarakat agar potensi karhutla bisa dilemahkan dan berkurang.
Tekan Risiko Cuaca Ekstrem, BMKG dan BPBD Jatim Gelar OMC demi Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Berdasarkan press release Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda terkait kewaspadaan cuaca ekstrem periode 11–20 Maret 2026, wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta kondisi atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.
BMKG Perkuat Dukungan Pengamatan Hilal Awal Syawal 1447 H di 37 Lokasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat dukungan dalam pelaksanaan pengamatan hilal awal Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan secara serentak di 37 lokasi di seluruh Indonesia, Kamis (19/3/2026).
Peringati HMD ke-76, Observasi BMKG Langkah Awal Lindungi Masyarakat
Jakarta, (17 Maret 2026) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya peran pengamatan cuaca dan iklim pada peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-76 yang jatuh pada 23 Maret 2026. Mengusung tema “Mengamati Hari ini, Melindungi Masa Depan Indonesia”, BMKG mengintegrasikan pengamatan cuaca terkini dengan strategi perlindungan jangka panjang sebagai fondasi perlindungan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.