
The Standardized Precipitation Index April 2026
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul. – Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Kembali ke Klimatologi

Hasil pemutakhiran awal musim kemarau 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang mengalami perubahan mengalami pergeseran ke waktu awal musim yang datang lebih lambat dibandingkan prediksi Februari, terutama di Jawa dan Bali-Nusa Tenggara. Di Jawa, banyak ZOM yang semula diprediksi mengalami awal musim pada April III–Mei I kini bergeser menjadi Mei III– Juni I, dengan pergeseran mencapai 3–5 dasarian, khususnya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara, pergeseran rata-rata terjadi 2–4 dasarian, dari April II– Mei I menjadi Mei III–Juni I. Pergeseran ini juga menyebabkan kemarau datang lebih lambat dari normal di sebagian besar wilayah yang dimutakhirkan.
Puncak musim kemarau secara umum tetap diprediksikan berkisar antara Juli – Agustus 2025. Di Jawa dan Papua, puncak musim kemarau cenderung lebih awal dibandingkan prediksi sebelumnya. Sebaliknya, di Sulawesi dan Sumatera, puncak musim bergeser menjadi lebih lambat.
Sebagian besar wilayah mengalami puncak musim kemarau yang sama dengan normalnya. Puncak lebih awal dibandingkan normalnya diprediksikan terjadi di Jawa dan Papua.
Durasi Musim kemarau diprediksikan menjadi lebih pendek di sebagian besar wilayah khususnya di Jawa, Sulawesi, dan Bali Nusa Tenggara. Namun, sebagian kecil di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua menunjukan durasi yang lebih panjang (>24 dasarian).
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul. – Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Buletin edisi April 2026 memuat informasi tentang analisis curah hujan yang terjadi pada bulan Maret 2026 dan prediksi hujan 3 (tiga) bulan ke depan yaitu hujan bulan Mei hingga Juli 2026. Dalam buletin ini juga dibahas analisis dinamika atmosfer dan laut serta prediksi El Niño Southern Oscilation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), Monsun dan suhu muka laut (SST) […]

Analisis dan Prediksi IOD dan ENSO: Hasil monitoring pada Dasarian I April 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.15(+0.023), mengindikasikan fonemena IOD berada pada fase Netral. Sementara itu, indeks ENSO Dasarian (ENSO bulanan) sebesar +0.28 (-0.01) menunjukkan fenomena ENSO juga berada pada fase Netral. Kondisi ENSO Netral diprediksi masuk fase El Nino mulai […]