

Buletin edisi Januari 2025 memuat informasi tentang analisis curah hujan yang terjadi pada bulan Desember 2024 dan prediksi hujan 3 (tiga) bulan ke depan yaitu hujan bulan Februari hingga April 2025. Dalam buletin ini juga dibahas analisis dinamika atmosfer dan laut serta prediksi El Nino Southern Oscilation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), monsun dan suhu muka laut (SST).
Analisis hujan yang disajikan pada halaman 3 menunjukkan kondisi faktual curah hujan yang terjadi selama bulan Desember 2024. Analisis ini dilakukan berdasarkan data observasi dari stasiun BMKG, pos hujan kerja sama yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan data satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP).
Prediksi hujan untuk 3 (tiga) bulan ke depan yaitu periode Februari hingga April 2025 disajikan pada halaman 7 s/d 8 yang memuat prediksi untuk curah hujan dan untuk sifat hujan. Pada bulan Februari hingga April 2025 wilayah Indonesia umumnya diprediksikan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah dan secara umum diprediksikan mengalami sifat hujan normal hingga atas normal. Selanjutnya untuk keperluan operasional di lapangan, diharapkan mengacu pada ”informasi terbaru yang dikeluarkan BMKG setiap bulan” yang merupakan pemutakhiran dari prediksi sebelumnya.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Klimatologi Lainnya
Lihat Semuanya
Anomali Suhu Udara Bulan April 2026
Berdasarkan analisis dari 116 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan April 2026 adalah sebesar 27.5°C. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan April (periode 1991-2020) di Indonesia adalah sebesar 26.9°C (dalam kisaran normal 20.18°C – 29.7°C). Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan April 2026 menunjukkan anomali positif dengan nilai sebesar 0.6°C. […]

Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman – April 2026
Tingkat Ketersediaan Air Tanah bagi Tanaman (ATi) menggunakan perhitungan neraca air dengan metode Thornthwaite and Mather. ATi dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ((KAT – TLP)/(KL – TLP)) x 100%. Dengan kriteria: Kurang : jika ketersediaan air tanah < 40% Sedang : jika ketersediaan air tanah 40% – 60% Cukup : jika ketersediaan air tanah > 60%