
Berdasarkan analisis dari 115 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan Desember 2024 adalah sebesar 27.08 °C. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan Desember 2024 periode 1991-2020 di Indonesia adalah sebesar 26.64 °C (dalam kisaran normal 21.03 °C – 30.06 °C).
Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Desember 2024 menunjukan anomali positif dengan nilai sebesar 0.44 °C. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Desember 2024 ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-5 sepanjang periode pengamatan sejak 1981.
Secara umum di wilayah Indonesia, anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Desember 2024 menunjukkan nilai anomali positif atau lebih tinggi dari rata-rata klimatologisnya. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan – Palembang (1.4 °C), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Maritim Paotere – Makassar (-0.7 °C).
Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Desember 2024 terhadap bulan sebelumnya (November 2024), dari 155 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia secara umum menunjukkan penurunan suhu (nilai negatif. Peningkatan suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah – Tanjungpinang (0.8 °C), sedangkan penurunan suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi David Constantijn Saudale – Rote (-2.5 °C).
Klimatologi Lainnya
Lihat Semuanya

Anomali Suhu Udara Bulan Mei 2026
Berdasarkan analisis dari 105 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan Mei 2026 adalah sebesar 27.5°C. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan Mei (periode 1991-2020) di Indonesia adalah sebesar 27.0°C (dalam kisaran normal 20.58°C – 29.49°C). Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Mei 2026 menunjukkan anomali positif dengan nilai sebesar 0.5°C. Anomali […]

Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman – Mei 2026
Tingkat Ketersediaan Air Tanah bagi Tanaman (ATi) menggunakan perhitungan neraca air dengan metode Thornthwaite and Mather. ATi dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ((KAT – TLP)/(KL – TLP)) x 100%. Dengan kriteria: Kurang : jika ketersediaan air tanah < 40% Sedang : jika ketersediaan air tanah 40% – 60% Cukup : jika ketersediaan air tanah […]







