Ekstrem Perubahan Iklim

Anomali Suhu Udara Rata-rata Bulan Desember 2020

Berdasarkan data dari 86 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara bulan Desember periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.6 oC (dalam range normal 21.0 oC - 28.7 oC) dan suhu udara rata-rata bulan Desember 2020 adalah sebesar 26.9 oC. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Desember 2020 merupakan anomali positif dengan nilai sebesar 0.3 oC. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Desember 2020 ini merupakan anomali tertinggi ke-empat belas sepanjang periode data pengamatan sejak 1981.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Desember 2020 yang diperoleh dari 86 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang menunjukkan anomali negatif, terutama pada wilayah Nusa Tenggara. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman - Ketapang (sebesar 1.4 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak - Surabaya (sebesar -0.6 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Desember 2020 dengan bulan November 2020 yang diperoleh dari 86 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai negatif, dengan hanya sebagian kecil yang menunjukkan nilai positif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman - Ketapang (sebesar 0.6 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Gewayantana - Flores Timur (sebesar -2.5 °C).

 

 

 

Anomali Suhu Udara Rata-rata Tahunan

Anomali suhu udara tahunan adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap rata-rata periode normal (dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010). Berdasarkan data dari 91 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.6 oC dan suhu udara rata-rata tahun 2020 adalah sebesar 27.3 oC.

Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C, dengan tahun 2019 berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama), dengan tahun 2020 sedang on-the-track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada tahun 2020 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia hampir seluruhnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang memiliki nilai anomali negatif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.6 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Karel Sadsuitubun - Maluku Tenggara (sebesar -0.2 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata tahun 2020 dengan tahun 2019 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup beragam dengan komposisi perbandingan yang relatif seimbang antara jenis perbedaan positif dan jenis perbedaan negatif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.3 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Mozez Kilangin - Mimika (sebesar -0.4 °C).

 

 

 

Anomali Suhu Udara Rata-rata Tahunan Per-Propinsi

Gempabumi Terkini

  • 24 Jan 2021, 09:38 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.10 LS - 119.16 BT
  • Pusat gempa berada di darat 52 Km Timur Laut Majene
  • Dirasakan (Skala MMI): II Mamuju
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 52 Km Timur Laut Majene
  • Dirasakan (Skala MMI): II Mamuju
  • Selengkapnya →

Siaran Pers